TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Seorang Anak Buah Kapal (ABK) berinisial NA (41), ditemukan meninggal dunia di area Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, tepat di depan kantor PT Bandar Nelayan, Denpasar Selatan, pada Senin 11 Mei 2026.
Pria asal Jakarta tersebut, mengembuskan nafas terakhirnya saat sedang menunggu jemputan kendaraan untuk membawanya berobat ke rumah sakit sekitar pukul 09.45 WITA.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa korban yang bekerja di KM Bandar Nelayan 31 itu, memang sudah mengeluhkan kondisi kesehatannya sejak sehari sebelumnya.
Peristiwa bermula pada Minggu, 10 Mei 2026 sore, sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu korban sempat mengeluh pusing hebat kepada rekannya, Mujianto, yang merupakan wakil kapten kapal.
Baca juga: TRAGIS! Bule Norwegia Tewas Tertabrak Boat di Perairan Lembongan, Korban Saat Sedang Spearfishing
Baca juga: WNA Tewas Tertabrak Boat Snorkling Di Nusa Lembongan Bali, Alami Patang Tulang Hingga Luka Robek
"Sempat dimintakan bantuan rekan lainnya, untuk mengantar korban berobat ke sebuah klinik di Jalan Pulau Moyo, Pedungan," terang Iptu Gede Adi Saputra pada Senin 11 Mei 2026 siang.
Dari hasil pemeriksaan medis di klinik tersebut, korban didiagnosis menderita vertigo dan diberikan beberapa jenis obat untuk dikonsumsi.
Setelah menjalani pengobatan awal, korban pun kembali ke kapal untuk beristirahat. Namun, kondisi kesehatan NA justru memburuk pada Senin pagi sekitar pukul 08.30 WITA.
Mujianto sempat melihat korban muntah-muntah di atas kapal. Di saat yang sama, rekan lainnya Agus Gede Wijaya melihat pemandangan yang mengkhawatirkan saat korban mencoba berjalan di area dermaga.
"Korban terlihat berjalan dengan kondisi tidak stabil seperti orang mabuk. Tak lama kemudian, korban terjatuh dan berbaring di pinggir jalan," bebernya.
"Korban tampak seperti orang kesurupan dengan mulut mengeluarkan busa," tambah Iptu Gede Adi. Melihat kondisi darurat tersebut, rekan-rekan korban bergegas mencari bantuan kendaraan untuk mengevakuasi NA ke rumah sakit.
Naas, sebelum mobil jemputan tiba di lokasi, korban sudah tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi, segera melakukan olah TKP dan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban. Iptu Gede Adi menegaskan, bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh pria tersebut.
Saat petugas memeriksa tas selempang kulit warna hitam milik korban, ditemukan sejumlah obat-obatan dari klinik yang masih utuh. "Di dalam tas korban ditemukan obat-obatan, yang didapat dari pemeriksaan hari sebelumnya," ujarnya.
"Diduga obat-obat tersebut belum sempat diminum oleh korban," sambung Iptu Gede Adi. Saat ditemukan, posisi jenazah terbaring menghadap ke selatan dengan mengenakan celana jins hitam tanpa alas kaki.
Guna kepentingan lebih lanjut, jenazah NA telah dievakuasi ke RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah menggunakan ambulans. (*)