Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Informasi terkait penutupan akses jalan lintas Curup-Lebong yang beredar di media sosial Facebook dipastikan tidak benar atau hoaks.
Postingan tersebut ramai dibagikan pada Senin (11/5/2026).
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa akses jalan lintas Curup-Lebong akan diberlakukan sistem buka tutup mulai 12 hingga 16 Mei 2026.
Disebutkan pula penutupan dilakukan karena adanya proses pengerjaan jalan di kawasan Desa Talang Ratau, Kecamatan Rimbo Pengadang, yang mengalami kerusakan cukup parah.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, hingga saat ini belum ada informasi resmi terkait pelaksanaan pengerjaan maupun penutupan jalan dari pihak terkait.
Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani melalui Kasat Lantas Polres Lebong, Iptu Hendra Wijaya, saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar.
“Iya, dari pemda ataupun provinsi tidak ada yg buat himbauan ini,” sampai Kasat kepada wartawan TribunBengkulu.com pada Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini Satlantas Polres Lebong juga belum menerima informasi terkait rencana penutupan jalan maupun informasi pengerjaan perbaikan jalan dari instansi terkait.
“Bahkan sejauh ini juga Satlantas Polres Lebong belum ada menerima informasi terkait penutupan jalan lintas tentang adanya pengerjaan atau perbaikan dari pihak terkait,” jelasnya.
Pengendara Diminta Tetap Waspada Saat Melintas
Meski informasi penutupan jalan dipastikan hoaks, masyarakat tetap diminta berhati-hati saat melintasi jalan penghubung Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong tersebut.
Kasat Lantas mengimbau pengendara tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi karena terdapat sejumlah titik jalan rusak, terutama di kawasan Desa Talang Ratau, Kecamatan Rimbo Pengadang.
Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir juga telah terjadi sejumlah kecelakaan tunggal di kawasan tersebut.
"Jadi kendaraan masih bisa melintas, bagi yang hendak melintas kami himbau tetap berhati-hati, karena kondisi jalannya ada kerusakan," himbaunya.
Ia meminta masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Juga agar tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
“Kalau menerima informasi seperti itu sebaiknya dipastikan dulu kebenarannya. Jangan langsung disebarkan karena bisa membuat masyarakat bingung,” tutupnya.