TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 687 peserta dari 19 SMK Kesehatan se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti kegiatan Sumpah Bersama Tenaga Penunjang Kesehatan Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen moral, etika profesi dan kesiapan memasuki dunia kerja bidang kesehatan.
Peserta sumpah terdiri dari 355 Tenaga Penunjang Keperawatan, 303 Tenaga Penunjang Kefarmasian, 14 Tenaga Penunjang Laboratorium Medik, dan 15 Perawat Sosial
Koordinator MKKS Bidang Kesehatan DIY, Ari Widiastuti, menyampaikan kegiatan ini menjadi momentum penting bagi lulusan SMK Kesehatan untuk memasuki dunia profesional dengan menjunjung tinggi etika, kompetensi, dan semangat pelayanan kesehatan.
“Sumpah bersama ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi awal pengabdian para tenaga penunjang kesehatan untuk bekerja secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat,” ujarnya, susai pengambilan sumpah, di Yogyakarta, Senin (11/5/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan bidang kesehatan dan pendidikan, antara lain Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DIY, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga DIY, Ketua Umum Patkesindo DIY, Ketua DPW IVFI DIY, Ketua Korwil APMFI DIY, Ketua PWM DIY, Ketua MKKS SMK DIY, Koordinator MKKS SMK Bidang Kesehatan DIY, serta Perwakilan Dunia Usaha Dunia Industri RSA UGM dan Apotek Unisia.
Prosesi pengambilan sumpah dilakukan oleh dua organisasi profesi, yaitu Patkesindo dan IVFI.
Setelah prosesi selesai, para tenaga penunjang kesehatan secara simbolis diserahkan kepada organisasi profesi pendidikan masing-masing, yaitu APMFI dan PERSEMKI.
Baca juga: Gelar Sidak Daycare di Kota Yogyakarta: Legislatif Soroti Masalah Perizinan, Siapkan Aturan Ketat
Dalam sambutannya, Kabid SDK Dinas Kesehatan DIY menyampaikan apresiasi dan harapan kepada seluruh peserta yang telah diambil sumpahnya.
“Selamat kepada seluruh asisten tenaga penunjang kesehatan yang hari ini resmi diambil sumpahnya. Selamat pula bagi yang telah diterima bekerja di dunia kesehatan. Teruslah meningkatkan kompetensi dan memperbarui ilmu pengetahuan, karena dunia kesehatan berkembang sangat dinamis dan membutuhkan tenaga yang adaptif serta profesional,” ujarnya.
Kegiatan sumpah bersama ini juga menjadi ciri khas dan keistimewaan pendidikan SMK Kesehatan dibandingkan bidang keahlian lainnya.
Selain prosesi wisuda dan pelepasan siswa, lulusan SMK Kesehatan juga menjalani ritual pengambilan sumpah profesi sebagai bentuk kesiapan moral dan profesional sebelum terjun ke dunia kerja.
Melalui kegiatan ini diharapkan kualitas lulusan SMK Kesehatan di DIY semakin meningkat, mampu bersaing di dunia kerja, serta menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, beretika, dan siap melayani masyarakat.
Wakil Ketua DPP PATKESINDO, dr H Rifky Fadilah, menekankan kepada para tenaga penunjang kesehatan yang baru saja dilantik untuk patuh terhadap regulasi yang ada.
Dia juga berpesan para alumni SMK Kesehatan harus selalu percaya diri.
“Jangan ppernah merasa rendah diri hanya karena kalian lulusan SMK Justru tunjukkan bahwa lulusan SMK Kesehatan adalah pribadi yang terampil, disiplin, tangguh, dan siap bekerja,” pungkasnya. (*)