Cara Masyarakat Atasi Jalur Alternatif Tiris Probolinggo yang Dilanda Longsor, Dibangun Swadaya
Januar May 11, 2026 09:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Ahsan Faradisi


TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, akhirnya membuka akses baru sebagai jalur alternatif agar jalur Tiris-Krucil yang lumpuh akibat longsor akhir Februari lalu, lekas tersambung kembali.

Namun ganjalan sempat muncul karena trase atau jalur baru yang akan dibangun berdiri diatas lahan warga. 

Selain pembahasan lahan, prosedur sistemik harus dilakukan jika pembangunan jalan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Mendapati situasi seperti itu, saya berkoordinasi dengan kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo. Hasilnya, disampaikan kepada saya bahwa pembangunan jalur prosesnya panjang jika menggunakan anggaran pemerintah sementara akses warga ini menjadi kebutuhan mendesak," kata tokoh masyarakat setempat, H. Abdurrahman, Senin (11/5/2026).

Baca juga: Jembatan Jl CR Sukandar Kota Blitar Rawan Longsor Segera Diperbaiki, DPUPR Mulai Uji Kekuatan Tanah

Tidak ingin mobilitas warga dibayang-bayangi ketidakpastian, Abdurrahman mengadukan hal itu kepada Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, lewat layanan pengaduan 'Hallo SAE' dengan nomor WhatsApp (WA) 082131001001.

"Atas petunjuk dan sumbangan awal dari pak bupati, kami di Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Probolinggo, akhirnya sepakat patungan untuk biaya pembebasan lahan," kata pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Probolinggo ini.

Harga lahan yang dibebaskan, menurut H. Abdurrahman, senilai Rp150 juta. Lahan diketahui milik tiga orang, masing-masing H. Untung, Sukmo dan Ahmad, warga Dusun Kedungkokap, Desa Segaran.

"Itu sudah murah karena harga awal tidak seterjangkau itu. Namun kami lobi dan berikan pemahaman bahwa lahan itu dibutuhkan oleh masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi sehingga pemilik lahan akhirnya memahami," tuturnya.

Saat ini, sambungnya, pembebasan lahan sudah tuntas dilakukan. "Sudah dibayar, pengeprasan lahan untuk jalur alternatif juga sudah dilakukan sejak hari Jum'at kemarin," tandas warga Desa Kertosuko ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra menyebut, swadaya tokoh masyarakat merupakan langkah tepat untuk mempercepat pemulihan akses warga.

Sebab menurut Hengki, jika menunggu dana APBD, prosesnya masih sangat panjang. "Paling cepat, pengerjaan baru bisa dilakukan Februari tahun 2027," terang Hengki.

"Bayangkan, berapa kerugian immaterial warga yang tidak bisa beraktifitas karena aksesnya tidak bisa dilewati. Oleh karenanya, saya tawarkan barangkali ada pihak-pihak yang sukarela membantu membiayai pembebasan lahan agar jalur alternatif bisa segera dibangun," bebernya.

Dijelaskan Hengki, jalan alternatif yang dibangun, panjangnya 30 sampai 40 meter dan lebar 4 meter, yang berada di sisi kiri dari arah utara atau timur jalan utama.

"Geometri badan jalannya itu bergeser sekitar dua meter ke arah yang baru sehingga harapannya tahun depan nilai fisiknya juga tidak terlalu mahal," kata Hengki.

Saat ini, pengerjaan fisik berupa pengeprasan bahu tanah sudah dilakukan dengan target penyelesaikan sekitar 3 pekan ke depan atau awal Juni 2026.

"Namun mohon maaf, yang kami perbolehkan melintas nanti hanya kendaraan bermotor, pikap dan mobil pribadi. Truk, apalagi yang memuat kayu, tidak boleh melintas," sampainya.

Seperti diketahui, akses Tiris - Krucil tepatnya di Dusun Kedungkokap RT/02 RW/03 Desa Segaran, Kecamatan Tiris, longsor pasca hujan deras mengguyur kawasan itu, Senin (23/2/2026) lalu. 

Musibah ini membuat arus lalulintas kendaraan roda empat lumpuh. Jalur hanya bisa dilewati kendaraan bermotor, karena ruas jalan yang longsor lebarnya mencapai separoh jalan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.