Guru MTs di Pandeglang Diduga Dianiaya Relawan MBG, Dipukul dan Diancam Dibunuh
Abdul Rosid May 11, 2026 11:07 PM

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Seorang guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Raudatul Muttaqin di Desa Surianeun, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, berinisial S (34), diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5/2026) pagi.

Korban mengaku mengalami pemukulan hingga mendapat ancaman pembunuhan setelah terjadi cekcok terkait unggahan di media sosial Facebook.

Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 07.30 WIB di lingkungan sekolah saat aktivitas belajar mengajar akan dimulai.

Baca juga: Bos PT GSK Bungkam Soal Pelatihan KDMP Pandeglang Diduga Senilai Rp4.8 Miliar

Kepada wartawan, korban menjelaskan bahwa awal kejadian bermula dari unggahan status Facebook miliknya menggunakan bahasa Sunda.

Dalam unggahan itu, korban menulis kalimat, “Mana iye nu edan, ja ges dihuapan mah cageur,” yang berarti “Mana yang gila, kalau sudah disuapi sembuh.”

Tak lama setelah unggahan tersebut dibuat, seorang pria berinisial M datang ke sekolah saat mengantar makanan program MBG.

Baca juga: Garap Pelatihan KDMP Pandeglang Diduga Senilai Rp4.8 M, PT GSK Ternyata Perusahaan Sewa Videotron

Korban mengatakan, M langsung menghampirinya sambil menarik baju dan mempertanyakan unggahan di media sosial tersebut.

"Nah M itu menghampiri saya, katanya, ‘Ngapain kamu bikin status, nyindir saya ya?’ Saya jawab, ‘Ih saya enggak tahu, ada nama kamu enggak di status itu," kata korban dalam sambungan telepon, Senin (11/5/2026). 

Menurut korban, adu mulut sempat terjadi di antara keduanya.

Korban mengaku sempat membalas dengan mengatakan bahwa justru dirinya yang merasa disindir melalui unggahan media sosial milik M.

"Saya jawab lagi, malah kamu yang nyindir saya di status. Sempat cekcok sama dia," sambungnya.

Namun, saat cekcok berlangsung, korban mengaku tiba-tiba dipukul dari arah belakang oleh pria lain berinisial U.

Pukulan tersebut mengenai bagian kepala dekat telinga hingga membuat korban terjatuh.

"Yang mukul itu tidak tahu apa-apa. Saya dipukul sampai terperosok sekitar dua meter. Baju juga jadi kotor," ujarnya.

Korban Diancam Dibunuh

Tak hanya mengalami pemukulan, korban juga mengaku mendapat ancaman pembunuhan apabila melaporkan kejadian itu ke polisi.

"Saya diancam, ‘awas kalau lapor ke polisi, saya akan bunuh," katanya.

Saat kejadian berlangsung, korban mengaku sedang mengenakan seragam mengajar, sedangkan pelaku dan rekannya memakai pakaian relawan SPPG saat mengantar MBG.

"Saya pakai seragam mengajar karena mau ngajar. Mereka pakai baju relawan MBG, posisinya lagi nganter MBG," ujarnya.

Korban menyebut, para pelaku merupakan relawan MBG yang bertugas di Kecamatan Pagelaran.

"Dapurnya di Pagelaran, di belakang rumah anggota DPRD berinisial U," katanya.

Korban Lapor ke Polisi

Korban mengaku telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polsek Patia.

"Sudah lapor ke Polsek Patia. Bahkan saya juga sudah visum ke Rumah Sakit Labuan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.