Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Gibraltar Usai Trump Tolak Respons Iran
TRIBUNNEWS.COM - Pergerakan kapal selam bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), USS Alaska, di dekat Gibraltar memicu berbagai spekulasi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.
Kehadiran kapal selam kelas Ohio tersebut dilaporkan terjadi tidak lama setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak menyukai respons yang diberikan Iran terhadap proposal gencatan senjata yang diusulkan Washington.
Menurut laporan Gibraltar Broadcasting Corporation (GBC), USS Alaska terlihat tiba di sekitar Gibraltar pada Minggu (10/5) malam di bawah pengamanan ketat.
Baca juga: Trump Tolak Proposal Damai Iran, Tanda Perang AS-Israel Lawan Iran Kembali Menyala
Secara strategis, Gibraltar memiliki posisi penting dalam konteks konflik Timur Tengah dan potensi eskalasi dengan Iran.
Wilayah kecil milik Inggris di ujung selatan Semenanjung Iberia itu menjadi pintu masuk utama dari Samudra Atlantik menuju Laut Mediterania.
Jalur ini kerap digunakan armada militer NATO maupun kapal perang Amerika Serikat untuk menuju kawasan Mediterania Timur dan Teluk, yang dekat dengan titik-titik ketegangan melibatkan Iran.
Media itu juga menyebut otoritas menetapkan zona larangan sejauh sekitar 200 meter di area South Mole hingga waktu yang belum ditentukan.
Selain itu, tim Royal Marines Inggris dilaporkan turut diterjunkan ke wilayah tersebut menggunakan pesawat angkut RAF.
Kemunculan USS Alaska langsung memicu spekulasi di media sosial.
Sejumlah akun menyebut kapal selam itu bergerak menuju Laut Mediterania di tengah memanasnya situasi Timur Tengah.
Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait tujuan ataupun misi kapal tersebut.
USS Alaska merupakan bagian dari armada kapal selam kelas Ohio yang dikenal sebagai salah satu komponen paling strategis dalam kekuatan militer AS.
Armada ini terdiri dari kapal selam pembawa rudal balistik dan kapal selam rudal kendali.
Dengan panjang sekitar 171 meter dan bobot hampir 18.750 ton saat berada di bawah air, kapal selam kelas Ohio termasuk salah satu kapal selam terbesar yang dimiliki Angkatan Laut AS.
Sorotan terhadap USS Alaska muncul setelah Trump secara terbuka mengecam respons Iran terhadap proposal perdamaian terbaru.
Melalui platform Truth Social, Trump menyebut jawaban Teheran terhadap usulan penghentian konflik sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima”.
“Saya baru saja membaca respons dari apa yang disebut ‘perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya — TOTALLY UNACCEPTABLE!” tulis Trump.
Sebelumnya, media pemerintah Iran IRNA melaporkan bahwa Teheran telah menyampaikan respons resmi terhadap proposal AS melalui mediator Pakistan.
Proposal tersebut disebut berkaitan dengan upaya meredakan ketegangan dan menghentikan konflik di kawasan Asia Barat dan Teluk.
Hingga kini, belum ada tanda bahwa kedua negara mendekati kesepakatan, sementara aktivitas militer di kawasan terus menjadi perhatian komunitas internasional.
(oln/wn/*)