TRIBUNBATAM.id, BATAM - Suasana hujan deras di kawasan Perumahan Oleana Park, Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, berubah menjadi duka setelah dua bocah laki-laki dilaporkan tenggelam di waduk setempat, Senin (11/5/2026) siang.
Korban diketahui berinisial ARA (11) dan AAP (8). Sementara seorang anak lainnya, ZAQ (12), berhasil selamat setelah sempat berupaya menolong kedua temannya.
Kapolsek Sei Beduk, Alex, mengatakan peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Menurut keterangan yang diterima polisi, ketiga bocah itu bermain di sekitar waduk sebelum akhirnya terpeleset dan tercebur ke dalam air.
“Anak-anak ini bermain di dekat waduk pas hujan deras tadi siang. Mereka tergelincir dekat kolam itu. Tiga orang tercebur, satu selamat dan dua lainnya tidak tertolong,” ujar Alex, Senin sore.
ZAQ menjadi satu-satunya anak yang berhasil menyelamatkan diri setelah tanpa sengaja menginjak bagian waduk yang lebih dangkal.
“Tiga-tiganya sempat tercebur. Yang selamat ini kebetulan menginjak area yang dangkal,” katanya.
Sementara itu, dua korban lainnya tenggelam dan tidak mampu keluar dari dalam waduk. ZAQ disebut sempat berusaha membantu kedua rekannya, namun gagal karena tidak kuat berenang dan mulai kehabisan napas.
“Anak yang selamat ini langsung memberi tahu orang tuanya, lalu dilaporkan ke Polsek. Setelah itu kami bersama warga langsung turun melakukan pencarian,” ungkap Alex.
Pencarian dilakukan warga bersama personel kepolisian di sekitar lokasi kejadian. Tidak lama kemudian, kedua korban ditemukan tenggelam di area sekitar titik awal mereka terjatuh.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut sebelum dipulangkan ke pihak keluarga.
Pihak keluarga disebut telah mengikhlaskan musibah tersebut dan langsung membawa kedua jenazah ke rumah duka.
Kapolsek Sei Beduk juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di area berisiko ketika cuaca buruk atau hujan deras.
“Pengawasan orang tua sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tutupnya. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)