TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Banyumas, Dukha Ngabdul Wasih S.M., secara khusus menyoroti banyaknya kasus kenakalan remaja yang belakangan ini marak terjadi di wilayah Kabupaten Banyumas.
Dia mengaku telah banyak mendapati laporan terkait beragam kenakalan remaja tersebut, mulai dari kerawanan aksi tawuran, kebut-kebutan anak motor di jalanan, hingga berbagai bentuk tindak kekerasan.
Ia mengingatkan agar jangan sampai para orangtua menganggap fenomena kenakalan remaja ini sebagai sebuah hal yang wajar, atau bahkan menganggapnya sebagai sebuah tren gaya hidup masa kini.
Baca juga: Disetujui DPRD Banyumas, Dukha Jelaskan Tujuan Raperda Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial
Dia menilai, terkadang kenakalan remaja terus terjadi berulang karena anak merasa selalu dilindungi oleh orangtuanya setelah berbuat salah.
"Kenakalan remaja bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, baik dinas pendidikan, Satpol PP atau dinas perlindungan perempuan dan anak. Tapi peran utama di sini ada di orangtua," katanya kepada tribunbanyumas.com, Senin (11/5/2026).
Di satu sisi, para orangtua menuntut dan ingin anaknya dididik menjadi benar dan baik, tapi di sisi lain ketika anaknya dibenarkan lewat teguran, mereka menolak dan tidak terima.
"Orangtua sekarang banyak yang ikut-ikutan TikTok. Ada konten viral ikut-ikutan, anak dimarahin atau anak dihukum langsung tidak terima. Maka ini perlu menjadi kesadaran bagi orangtua," ungkapnya menyoroti fenomena di media sosial.
Bahkan jika memungkinkan, ia menyarankan agar bisa dijadwalkan secara rutin satu bulan atau dua bulan sekali, di mana orangtua diberi surat undangan khusus agar turut mengikuti agenda upacara bendera bersama.
Tujuannya, agar para orangtua bisa lebih sering berinteraksi dengan guru, sehingga mereka datang ke sekolah tidak hanya saat momen mengambil rapor akhir semester saja.
"Orangtua perlu paham, di sekolah adalah kewenangan sekolah. Maka apabila ada kesalahan, sekolah punya kewenangan untuk mendidik anak didiknya asalkan masih dalam batas kewajaran," jelasnya memungkasi. (fba)