Seorang Anak Diduga Aniaya Ibunya hingga Meninggal di Pekalongan
khoirul muzaki May 12, 2026 12:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN -  Tragedi memilukan terjadi di Gang Gotong Royong, Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.


Seorang ibu lanjut usia, Tarsimi (66), meninggal dunia setelah diduga dianiaya anak kandungnya sendiri menggunakan cobek batu, Minggu (10/5/2026) malam. Polisi kini masih mendalami motif kejadian, sementara pelaku diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB di rumah korban. Saat kejadian, Tarsimi tengah berada di kamar belakang rumah untuk beristirahat, sementara anggota keluarga lainnya berada di bagian depan rumah.


Suasana mendadak berubah mencekam ketika terdengar suara gaduh dari arah kamar korban.


Sri Lestari, kakak kandung pelaku, yang mendengar keributan itu langsung bergegas memeriksa dan mendapati ibunya sudah tergeletak bersimbah darah.


"Jadi kejadiannya di belakang, karena ibu memang tidurnya di sana. Kamar saya tepat di sebelahnya," ujar Sri Lestari, Senin (11/5/2026).


Menurut Sri, saat ditemukan ibunya masih dalam kondisi sadar dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.


Namun, sekitar dua jam kemudian korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat di bagian kepala.


"Saat itu masih hidup, masih sadar waktu dibawa ke rumah sakit," tuturnya.


Di lokasi kejadian, keluarga menemukan cobek batu dalam kondisi pecah yang diduga menjadi alat untuk menganiaya korban.


Sri mengaku, tidak mengetahui secara pasti bagaimana kejadian berlangsung, sebab saat ia tiba di lokasi, adiknya sudah berdiri di dekat korban.


Pihak keluarga mengaku tidak pernah melihat adanya konflik antara korban dengan pelaku. Mereka menduga, tindakan nekat tersebut dipicu gangguan kejiwaan yang telah dialami pelaku sejak sekitar satu tahun terakhir.


"Tidak ada masalah apa-apa. Itu ibu dan anak. Adik saya memang sempat mengalami gangguan jiwa dan pernah menjalani pengobatan," ungkapnya.


Usai kejadian, pelaku sempat diamankan warga sebelum akhirnya dibawa untuk mendapatkan penanganan medis dan pemeriksaan kondisi kejiwaan.


Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setiyanto, membenarkan adanya kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia tersebut.


Polisi, hingga kini masih melakukan penyelidikan dan belum menetapkan status tersangka terhadap pelaku.


"Yang bersangkutan, diduga melakukan penganiayaan dengan memukul kepala korban menggunakan cobek yang terbuat dari batu," kata AKP Setiyanto.


Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka sobek serius di bagian kepala sebelah kiri.

Baca juga: Niat Iseng, Jari Siswi SMPN 8 Pekalongan tak Bisa Lepas dari Lubang Tiang Gawang


Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, luka pada tengkorak korban memiliki kedalaman sekitar 10 sentimeter dengan lebar mencapai 12 sentimeter.


"Korban mengalami luka di tengkorak, kepala tepat di atas telinga sebelah kiri. Penyebab kematian dipastikan akibat benturan benda tumpul," jelasnya.


Menurut Setiyanto, keluarga tidak menghendaki autopsi karena dokter telah memastikan penyebab kematian korban.


Sementara itu, kepolisian masih menunggu hasil observasi kejiwaan terhadap pelaku yang kini menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Zaky Djunaid.


"Informasi dari keluarga, pelaku memiliki riwayat depresi. Saat ini masih diperiksa tim medis untuk memastikan kondisi kejiwaannya," ujarnya.


Ia menambahkan, hasil pemeriksaan psikiater akan menjadi dasar penting dalam menentukan langkah hukum selanjutnya.


"Kalau memang terbukti mengalami gangguan jiwa berat, dan tidak mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya, tentu akan menjadi pertimbangan dalam proses hukum," tandasnya.


Hingga kini, Satreskrim Polres Pekalongan Kota masih mengumpulkan keterangan para saksi, serta menunggu hasil resmi pemeriksaan medis guna mengungkap secara utuh penyebab tragedi yang merenggut nyawa seorang ibu di tangan anak kandungnya sendiri. (Dro)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.