Film Dokumenter ‘Pesta Babi’, Pentingnya Melihat Papua Secara Proporsional
Glery Lazuardi May 12, 2026 01:35 AM
profile tribunners
PROFIL PENULIS
Emanuel Mikael Kota
Ketua Umum Aliansi Indonesia Timur

SAYA menyoroti film dokumenter berjudul 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita'. 

Sebuah film dokumenter tidak bisa dijadikan satu-satunya rujukan untuk menggambarkan kompleksitas Papua secara keseluruhan, apalagi jika kemudian diperkuat komentar yang dinilai tendensius dan tidak berimbang.

Film dokumenter harus dilihat secara kritis dan proporsional.

Jangan sampai publik diarahkan pada opini tertentu tanpa menghadirkan konteks yang lengkap. 

Papua bukan hanya cerita konflik.

Ada banyak kemajuan, ruang dialog, pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan kehidupan masyarakat adat yang damai yang juga harus diangkat. 

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pernyataan Novel Baswedan yang berpotensi membangun persepsi negatif terhadap situasi Papua dan berpotensi memperkeruh kondisi sosial di Indonesia Timur.

Apabila narasi yang dibangun hanya soal konflik, militerisasi, dan penderitaan, tentu publik luar akan melihat Papua secara hitam-putih.

Padahal masyarakat Papua hari ini sedang berjuang menjaga kedamaian, membangun ekonomi kampung, pendidikan anak-anak, dan memperkuat kehidupan adat.

Figur publik memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga stabilitas sosial nasional, terlebih ketika berbicara mengenai Papua yang selama ini rentan terhadap polarisasi informasi dan propaganda.

Sebagai bagian dari ASN Polri, mestinya lebih mengedepankan pendekatan yang menenangkan masyarakat, bukan justru memperbesar keresahan melalui narasi yang bisa menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap upaya perdamaian di Papua.

Masyarakat Indonesia Timur saat ini justru sedang berupaya menjaga suasana damai dan membangun kepercayaan antarwarga di tengah berbagai tantangan sosial maupun keamanan.

Kami orang Timur menjaga kedamaian di tanah kami sendiri.

Karena itu kami berharap jangan ada pihak yang membuat kisruh baru lewat komentar yang tidak konstruktif.

Papua membutuhkan solusi dan persatuan, bukan perang opini.

Semua pihak lebih bijak dalam mengangkat isu Papua agar tidak memperkuat stigma negatif terhadap masyarakat Indonesia Timur di mata nasional maupun internasional.

Jangan jadikan Papua sebagai panggung narasi konflik yang terus diulang-ulang.

Yang dibutuhkan masyarakat hari ini adalah rasa aman, pembangunan, dan masa depan yang lebih baik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.