Dua Lansia Meninggal Tragis di Bali: Jatuh ke Jurang Gunung Batukaru dan Tenggelam di Pantai Biaung
Eko Sutriyanto May 12, 2026 02:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Dua peristiwa tragis menimpa warga lanjut usia di Bali pada akhir pekan lalu. Seorang pendaki lansia ditemukan meninggal di jurang Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan, sementara seorang nenek di Denpasar ditemukan tewas mengambang di Pantai Biaung setelah sebelumnya sempat hilang dari rumah.

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Made Dibya (84), pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Korban ditemukan di dasar jurang sedalam sekitar 90 meter pada ketinggian 1.808 meter di atas permukaan laut.

Koordinator Tim SAR menyebut proses evakuasi berlangsung cukup berat karena medan licin, berkabut, dan dipenuhi bebatuan labil.

“Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi jurang cukup curam dan cuaca di lokasi lembab serta berkabut,” ujar salah satu petugas SAR di lokasi evakuasi.

Sebelumnya, operasi pencarian sempat dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari. Namun pencarian kembali dibuka usai adanya laporan penemuan jenazah yang diduga merupakan korban hilang tersebut.

Baca juga: Dua Mayat Pria Ditemukan di Pekanbaru dan Pati, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban kemudian dibawa menuju Posko SAR Gabungan Jatiluwih sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Di Denpasar, suasana duka juga menyelimuti keluarga Ni Made Sengkrig (85) yang ditemukan meninggal dunia di Pantai Biaung, Kesiman Kertalangu, Minggu malam.

Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, mengatakan korban sebelumnya sempat pamit keluar rumah untuk membeli sate.

Namun beberapa saat kemudian keluarga mendapat kabar bahwa korban terlihat kebingungan di kawasan Bypass Ida Bagus Mantra.

“Saat ditemukan, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban mengalami disorientasi sebelum akhirnya tenggelam dan terbawa arus,” kata Kompol Tomiyasa.

Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh dua pemancing yang melihat sosok tubuh terbawa ombak di pesisir pantai.

Warga kemudian membantu mengevakuasi korban ke daratan sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Kedua korban kini telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk proses upacara dan pemakaman adat. (Tribun Bali/ Adrian Amurwonegoro/Zaenal Nur Arifin)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.