Respon MC Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI yang Tanggapi Protes Peserta Viral 'Hanya Perasaan Saja'
Fadhila Rahma May 12, 2026 10:49 AM

 

SRIPOKU.COM - Viral lomba Cerdas Cermat MPR RI disorot usai aksi protes seorang peserta.

Master of Ceremony (MC) Lomba Cerdas Cermat MPR RI itu oun  ikut disorot.

Ajang lomba cerdas cermat yang digelar MPR RI di Pontianak, Kalimantan Barat pada Sabtu (9/5/2026)  viral karena dugaan adanya kecurangan.

Dugaan kecurangan bermula ketika MC bernama Shidy Lutfiana membacakan pertanyaan kepada peserta.

"Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan Dewan Perwakilan Daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?" tanya MC.

Seorang peserta dari SMAN 1 Pontianak bernama Josepha Alexandra alias Ocha berhasil memencet bel paling pertama dan kemudian dipersilahkan menjawab.

"Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh presiden," ujar Ocha.

Namun jawaban Ocha itu lantas dianggap salah oleh juri, bukannya mendapat nilai, ia justru mendapat pengurangan lima point.

Baca juga: Nadiem Makarim Resmi Jadi Tahanan Rumah, Penuhi Syarat Ketat 24 Jam di Rumah & Dilarang Lakukan Ini

Janggalnya, peserta lain yang menjawab setelah Ocha memberi jawaban yang sama persis dan langsung dibenarkan serta diberi point tinggi oleh juri.

Hal itu pun menuai protes dari Ocha.

Pelajar yang karib disapa Ocha itu pun langsung protes ke juri bernama Dyastasita WB.

"Dewan juri, izin. Tadi kami menjawabnya sama seperti regu B, sama" kata Ocha.

"Tadi disebutkan regu C ya itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada," imbuh Dyastasita.

"Ada, ada. Tadi saya mengatakan seperti ini 'Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh presiden'," ungkap Ocha.

"Jadi dewan juri tadi berpendapat enggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah," pungkas Dyastasita.

"Pak maaf, mungkin boleh bisa melihat pandangan dari yang lain, mungkin dari penonton, apakah ada yang mendengar saya mengatakan DPD?" tanya Ocha.

"Keputusan saya kira di dewan juri ya," imbuh Dyastasita.

Setelah juri ngotot tak memberikan poin untuk Ocha, MC Shindy pun berusaha menenangkan suasana di lokasi acara.

Namun pernyataan Shindy itu justru dianggap berpihak pada juri.

"Baik adik-adik mohon diterima keputusan dewan juri. Karena tentunya dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengarkan jawaban dari adik-adik," ujar Shindy.

Terlebih dalam pernyataannya, Shindy menuding bahwa Ocha lah yang salah, bukan dewan juri.

"Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja, nanti mungkin bisa dilihat tayangan ulangnya setelah acara selesai," kata Shindy.

Gara-gara hal tersebut, Shindy pun panen hujatan di media sosial.

Bak sadar dirinya tengah ramai dihujat, Shindy diduga menonaktifkan komentar akun Instagram-nya. 

"IH ASLI KESEL BANGET. MCnya gaslighting juga ah kesal,"

"Jujur kocak bgt juri sama mcnya,"

"Itu dewan jurinya sya yakin malu klo dia tonton ulang rekamannya dan MCnya juga pasti malu,"

Penonton lomba buka suara

Sementara itu, terkait dengan adanya dugaan kecurangan dalam lomba tersebut, salah satu penonton cerdas cermat mengurai cerita mengejutkan.

Diduga siswa SMAN 1 Pontiakan bernama Miranda Nuella mengungkap kisah di balik kamera yang tak terekam dalam siaran langsung.

Ternyata saat Ocha melayangkan protes ke juri soal jawabannya yang disalahkan, Miranda dan penonton lainnya berusaha untuk membantunya.

Miranda bahkan berusaha untuk berteriak agar protesnya didengar juri.

"Ketika peserta SMAN 1 Pontianak C2 bertanya mengenai pendapat penonton, di situ saya dan yang lain sudah bantu menyuarakan, bahkan dengan berteriak. Kami menyampaikan bahwa memang benar peserta C2 ada mengatakan jawaban yang sama, tapi hasil yang didapatkan kami tidak didengar," tulis Miranda di akun Instagram-nya yang dibagikan ulang Ocha, peserta lomba.

Diungkap Miranda, ia pun sempat memutar ulang rekaman Youtube saat Ocha memberikan jawaban beberapa menit lalu.

Hal itu dilakukan Miranda untuk mengecek apakah artikulasi Ocha jelas saat menyampaikan jawaban.

Tapi lagi-lagi, usaha Miranda itu tidak dihargai juri.

"Saya langsung mengambil HP saya dan memutar ulang rekaman yang ada di Youtube setelah saya ketahui bahwa di Youtube juga suara peserta C2 sangat terdengar jelas, saya langsung mengangkat tangan berharap ada yang menggubris, tapi tidak," akui Miranda.

Selesai acara lomba, lagi-lagi Miranda berusaha untuk protes dengan cara bertemu juri.

Namun Miranda dihalangi oleh panitia dan malah diarahkan untuk berbicara ke staf juri.

"Ketika protes itu tidak didengarkan, setelah perlombaan berlangsung, saya juga tidak langsung diam, saya mencoba untuk berbicara langsung kepada juri. Tapi yang saya dapatkan adalah arahan untuk berbicara kepada staff-nya, padahal saya sudah berusaha untuk bisa berbicara langsung. Ketika diarahkan untuk berbicara dengan staffnya, saya menyampaikan kekecewaan saya atas apa yang terjadi dan yang saya dapatkan hanya permohonan maaf dari staff-nya," ungkap Miranda.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.