Kodim Larang Kades Karanganyar Pakai Mobil Kopdes Merah Putih: Ini Untuk Rakyat, Bukan untuk Pribadi
jonisetiawan May 12, 2026 12:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Suasana di Karanganyar tampak berbeda pada Senin (11/5/2026). Sebanyak 30 unit mobil pickup Mahindra Scorpio 4X4 resmi diserahkan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Penyerahan kendaraan tersebut dilakukan secara simbolis oleh pemerintah daerah bersama jajaran TNI kepada para pengurus koperasi desa.

Program ini disebut sebagai bagian dari langkah memperkuat roda ekonomi masyarakat desa melalui dukungan fasilitas operasional yang lebih memadai.

Namun di balik seremoni penyerahan itu, muncul penegasan keras dari jajaran TNI terkait penggunaan kendaraan tersebut agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

Baca juga: Kondisi Warga Karanganyar Usai Diterjang Pisau Istri di Losmen Parangtritis, Nyawa Nyaris Melayang

Dandim Tegaskan Mobil Bukan untuk Kepala Desa

Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Dhanang Prasetyo Kurniawan, menegaskan bahwa mobil operasional Koperasi Merah Putih tidak boleh dipakai untuk kepentingan pribadi kepala desa maupun aktivitas di luar program koperasi.

Menurutnya, kendaraan tersebut sepenuhnya diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat dan mendukung jalannya aktivitas koperasi desa.

“Mobil ini dikhususkan untuk mendukung KDKMP, bukan untuk operasional kepala desa. Kendaraan ini digunakan untuk kebutuhan masyarakat dan mendukung jalannya koperasi,” kata Dhanang kepada awak media dikutip TribunTrends, Selasa, 12 Mei 2026.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penekanan agar aset negara yang diberikan benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan program.

KOPDES MERAH PUTIH - Potret mobil pickup Koperasi Desa Merah Putih. Deretan mobil baru yang berjajar rapi di lingkungan Kodim 0727 Karanganyar menjadi simbol dimulainya tahap awal distribusi armada operasional untuk koperasi desa.
KOPDES MERAH PUTIH - Potret mobil pickup Koperasi Desa Merah Putih. Deretan mobil baru yang berjajar rapi di lingkungan Kodim 0727 Karanganyar menjadi simbol dimulainya tahap awal distribusi armada operasional untuk koperasi desa. (via Kompas)

Babinsa Dilibatkan untuk Pengawasan

Untuk mencegah potensi penyalahgunaan kendaraan, pihak Kodim juga menyiapkan sistem pengawasan di lapangan dengan melibatkan para Babinsa di masing-masing wilayah desa.

Pengawasan itu dilakukan agar kendaraan tetap digunakan sesuai fungsi awalnya sebagai sarana penunjang kegiatan ekonomi masyarakat desa.

“Babinsa di lapangan akan ikut mengawasi pemakaian sarana prasarana Koperasi Merah Putih ini. Karena ini aset bersama, aset negara yang harus dijaga bersama,” katanya.

Dandim juga meminta kepala desa dan pengurus koperasi ikut menjaga serta merawat kendaraan operasional agar bisa digunakan dalam jangka panjang.

"Yang jelas, mobil ini digunakan untuk mendukung sarana prasarana khusus untuk keperluan atau untuk kepentingan Koperasi Merah Putih," katanya.

Baca juga: Pickup Kopdes Merah Putih dari India Berjejer di Kodim Karanganyar, Siap Dibagikan ke Desa-desa

Bupati Minta Semua Pihak Ikut Menjaga

Sementara itu, Rober Christanto turut meminta seluruh unsur desa, mulai dari kepala desa, pengurus koperasi, Babinsa hingga Bhabinkamtibmas untuk ikut mengawal pemanfaatan kendaraan tersebut.

Menurutnya, kendaraan operasional itu harus benar-benar dijaga agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Biar awet, biar berguna sebagaimana mestinya agar bermanfaat untuk masyarakat," kata Rober.

Ia menilai program Koperasi Merah Putih menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa melalui dukungan fasilitas nyata yang dapat membantu aktivitas usaha masyarakat di tingkat lokal.

Jadi Langkah Awal Penguatan Ekonomi Desa

Penyerahan puluhan kendaraan operasional tersebut disebut menjadi langkah awal dalam memperkuat peran Koperasi Merah Putih di desa-desa.

Dengan dukungan armada operasional, koperasi diharapkan bisa lebih aktif membantu distribusi kebutuhan masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi warga, hingga memperkuat pelayanan di tingkat desa.

Program ini juga menjadi simbol dorongan pemerintah untuk membangun ekonomi desa yang lebih mandiri, terorganisir, dan memiliki fasilitas penunjang yang memadai demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

***

(TribunTrends/Jonisetiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.