Profil Josepha Alexandra, Siswi SMA di Kalbar Peserta Lomba Cerdas Cermat MPR RI yang Dicurangi Juri
Candra Isriadhi May 12, 2026 12:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sosok siswi dari SMAN 1 Pontianak tengah menjadi sorotan publik usai diduga mengalami kecurangan saat mengikuti ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR pada Sabtu (9/5/2026).

Kompetisi tingkat nasional yang digelar di Pontianak, Kalimantan Barat tersebut kini ramai diperbincangkan di media sosial maupun kalangan pelajar.

Sorotan muncul setelah salah satu wakil dari SMAN 1 Pontianak disebut-sebut dirugikan oleh keputusan tim juri saat babak penentuan berlangsung.

CERDAS CERMAT - Siswi bernama Josepha Alexandra peserta lomba cerdas cermat yang dicurangi juri.
CERDAS CERMAT - Siswi bernama Josepha Alexandra peserta lomba cerdas cermat yang dicurangi juri. (YouTube/MPRGOID)

Momen itu pun memicu reaksi publik karena jawaban yang diberikan peserta disebut telah benar, namun tetap dinyatakan salah dalam penilaian lomba.

Akibat insiden tersebut, SMAN 1 Pontianak gagal menjadi wakil Kalimantan Barat untuk melaju ke tingkat nasional.

Kejadian ini langsung menuai perhatian luas. Banyak pihak menyayangkan dugaan ketidakadilan dalam ajang yang seharusnya menjunjung sportivitas dan objektivitas penilaian.

Ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI sendiri merupakan kompetisi yang menguji wawasan kebangsaan para pelajar, mulai dari nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, hingga Bhinneka Tunggal Ika.

Hingga kini, polemik terkait hasil penilaian lomba tersebut masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Baca juga: El Rumi dan Syifa Hadju Sepakat Tak Saling Cek HP Meski Saling Terbuka, Singgung Hubungan Toxic

Kronologi dugaan kecurangan

Dalam video yang dilansir dari laman MPR RI, dugaan kecurangan itu bermula saat MC membacakan soal berupa pertanyaaan untuk dijawab peserta.

"Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan Dewan Perwakilan Daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?" tanya MC.

Dalam hitungan detik, seorang siswi dari SMAN 1 Pontianak memencet bel.

Siswi tersebut bernama Josepha Alexandra.

CERDAS CERMAT - Siswi bernama Josepha Alexandra peserta lomba cerdas cermat yang dicurangi juri.
CERDAS CERMAT - Siswi bernama Josepha Alexandra peserta lomba cerdas cermat yang dicurangi juri. (Instagram/@jsphalxndra)

Dengan penuh percaya diri, siswi yang karib disapa Ocha itu pun menjawab pertanyaan yang diberikan soal pemilihan anggota BPK.

"Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh presiden," ujar Ocha.

Usai mendengar jawaban dari Ocha, juri bernama Dyastasita WB langsung memberikan nilai.

Juri tersebut menyebut bahwa jawaban Ocha salah sehingga diberi nilai minus.

"Bagaimana dewan juri?" tanya MC.

"Nilai minus lima," kata Dyastasita

Setelahnya, MC pun kembali membacakan pertanyaan serupa.

Lalu tak berselang lama, ada seorang siswi dari SMAN 1 Sambas di B4 memencet bel.

Baca juga: Donald Trump Kini Tak Bisa Akhiri Perang dengan Iran, Presiden AS Bingung Harus Berbuat Apa Lagi

Siswi tersebut mengurai jawaban yang sama persis dengan Ocha tadi.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh presiden," pungkas siswi B4.

Berbeda dengan Ocha, siswi B4 tersebut justru mendapatkan poin tinggi karena jawabannya dianggap benar.

"Silahkan dewan juri?" tanya MC.

"Iya inti jawabannya sudah benar, nilai 10," ujar Dyastasita.

Tak terima dengan hal tersebut, Ocha pun protes.

Ocha berujar bahwa jawabannya sama persis dengan siswi B4, tapi kenapa ia disalahkan.

Mendengar aksi protes dari Ocha, Dyastasita pun meresponnya dengan ketus.

Dyastasita mengaku tidak mendengar Ocha mengatakan soal DPD dalam jawabannya.

Atas respon dari juri tersebut, Ocha kembali mengurai pendapatnya.

"Dewan juri, izin. Tadi kami menjawabnya sama seperti regu B, sama" kata Ocha.

"Tadi disebutkan regu C ya itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada," imbuh Dyastasita.

"Ada, ada. Tadi saya mengatakan seperti ini 'Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh presiden'," ungkap Ocha.

"Jadi dewan juri tadi berpendapat enggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah," pungkas Dyastasita.

Masih berusaha untuk membela diri, Ocha pun kembali meminta pertimbangan dewan juri.

Tapi nyatanya, Dyastasita ogah meralat keputusannya.

"Pak maaf, mungkin boleh bisa melihat pandangan dari yang lain, mungkin dari penonton, apakah ada yang mendengar saya mengatakan DPD?" tanya Ocha.

"Keputusan saya kira di dewan juri ya," imbuh Dyastasita.

Tak cukup sampai di situ, Ocha pun disindir oleh Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi Indri Wahyuni.

Indri menyinggung soal artikulasi Ocha yang tak jelas saat memberikan jawaban sehingga tidak terdengar dewan juri.

"Kan sudah diperingatkan dari awal, artikulasi itu penting. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai kalian karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus lima," ungkap Indri.

Atas insiden tersebut, lomba cerdas cermat MPR itu pun viral se-Indonesia.

Netizen dibuat kecewa dengan dewan juri yang seolah anti kritik.

Publik pun menduga Ocha dicurangi dalam ajang tersebut.

Dirinya viral, Ocha pun mengurai responnya di postingan terbaru.

Ternyata Ocha bukan baru pertama kali ikut lomba cerdas cermat MPR.

Di tahun 2025 lalu, Ocha berhasil menyabet juara 1 lomba cerdas cermat MPR bersama teman-temannya.

"Lucu ya, ga sengaja nonton ulang kejadian yang mengungkap 'perasaan' siapa yang sebenarnya salah... C2 izin muncul ke permukaan," tulis Ocha dalam akun Instagram-nya.

(Tribunnewsmaker.com/TribunnewsBogor.com/Khairunnisa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.