Trump Ogah Iran Kembangkan Nuklir, Terapkan Sanksi Tegas bagi Perusahaan Jual Minyak ke China
valencia frida varendy May 12, 2026 01:42 PM

Pemerintah Amerika Serikat (AS) diketahui menerapkan sanksi baru terhadap perusahaan yang membantu Iran mengirimkan minyak ke China, Senin (11/5/2026).

Diduga langkah ini bertujuan untuk memutus aliran pendanaan aktivitas militer dan program nuklir Iran.

Hal ini menyusul sanksi yang diterapkan Departemen Keuangan AS terhadap perusahaan yang berani membantu Iran membeli senjata untuk membuat rudal balistik pada Jumat (8/5).

Tiga orang dan sembilan perusahaan diketahui telah disanksi atas langkah ini.

Termasuk empat perusahaan yang berbasis di Hong Kong dan empat lainnya di Arab.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut akan mendesak pemimpin Tiongkok untuk terlibat menyelesaikan kebuntuan negosiasi dengan Iran.

Hal itu menyusul rencana pertemuan Trump dengan Presiden Xi Jinping.

Departemen Keuangan menyebut sanksi akan diberlakukan pada individu yang memakai perusahaan fiktif untuk membantu IRGC untuk mengirimkan minyak ke China.

Menteri Keuangan Scott Bessent menegaskan bahwa pihaknya akan terus memblokir pendanaan pemerintah dan militer Iran untuk persenjataan dan program nuklir.

Pasalnya, mereka mengkhawatirkan dana hasil penjualan akan digunakan Iran untuk melakukan aksi terorisme hingga berujung menggoyahkan perekonomian global.

Bessent menerangkan bahwa pendanaan IRGC bergantung pada alokasi hasil pengiriman minyak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.