Mahasiswa Suarakan Anti Perang dalam International Youth Forum di Unisda Lamongan
Titis Jati Permata May 12, 2026 02:32 PM

 


SURYA.co.id, LAMONGAN — Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan kembali menunjukkan eksistensinya sebagai kampus berwawasan internasional melalui penyelenggaraan 4th International Youth Forum 2026.

Forum internasional yang mengangkat tema “Gen Z Against War: Youth Driving Peace in a Divided World” tersebut menjadi wadah pertemuan generasi muda lintas negara untuk menyuarakan pentingnya perdamaian dunia di tengah berbagai konflik global yang masih terjadi di sejumlah kawasan.

Diikuti Mahasiswa dari Berbagai Negara

Kegiatan yang digelar Senin (11/5/2026) merupakan bagian dari rangkaian Culmination of SEA-Teacher Program yang diikuti delegasi mahasiswa dari berbagai negara, mulai Indonesia, Yaman, Timor Leste, Filipina, Afghanistan hingga Thailand. 

Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang budaya dan negara tersebut menciptakan suasana dialog yang penuh semangat toleransi, solidaritas, dan kepedulian kemanusiaan.

Baca juga: Prasasti Kuno Ungkap Lamongan Sudah Jadi Lumbung Pangan Sejak Era Airlangga

Dalam forum tersebut, masing-masing delegasi menyampaikan pandangan dan gagasan mengenai peran strategis generasi muda dalam menjaga stabilitas dunia serta menciptakan kehidupan yang damai di tengah perbedaan.

Jaga Keharmonisan di Tengah Keberagaman Masyarakat

Delegasi Indonesia, Avarel Ghilman Prabowo, menekankan, nilai persatuan dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.

“Perbedaan bukan alasan untuk saling bermusuhan. Justru keberagaman adalah kekuatan untuk membangun perdamaian,” ujarnya di hadapan peserta forum internasional, dikutip SURYA.co.id

Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan

Sementara itu, delegasi asal Yaman, Amr Mohammed Mansoor Shaalan, membagikan pengalaman mengenai dampak perang yang terjadi di negaranya. 

Ia menilai generasi muda memiliki tanggung jawab besar sebagai agen perubahan yang mampu menyebarkan semangat kemanusiaan dan perdamaian.

Cegah Konflik Berkepanjangan

Hal senada juga disampaikan delegasi Timor Leste, Nadia Da Costa Pereira Al-Fath. 

Ia menegaskan pentingnya dialog dan diplomasi antarnegara untuk menjaga stabilitas global dan mencegah konflik berkepanjangan.

Delegasi Filipina, Ivan Sagaad Sajol, mengajak generasi muda memanfaatkan media sosial secara positif sebagai sarana kampanye kemanusiaan dan persatuan antarbangsa. 

Menurutnya, perkembangan teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat solidaritas global, bukan justru memperkeruh perpecahan.

Pendidikan dan Kepedulian Sosial

Sedangkan delegasi Afghanistan, Rahimullah Barai, menyoroti pentingnya pendidikan dan kepedulian sosial dalam membangun kembali nilai-nilai kemanusiaan di tengah tantangan dunia modern.

Delegasi Thailand, Miss Kameelah Hayeesaleh, juga mengingatkan generasi Z agar lebih bijak menggunakan teknologi dan media sosial untuk menyebarkan pesan toleransi, persaudaraan, dan perdamaian dunia.

Komitmen Kampus

Rektor Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan, Muhammad Hafidh Nashrullah, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen kampus dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berorientasi global.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan dunia yang damai melalui dialog terbuka, kolaborasi internasional, serta sikap saling menghormati di tengah perbedaan budaya maupun pandangan.

“Mahasiswa hari ini bukan hanya calon pemimpin masa depan, tetapi juga duta perdamaian yang mampu membawa perubahan positif bagi dunia,” katanya.

Melalui pelaksanaan 4th International Youth Forum 2026, Unisda Lamongan kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kerja sama internasional serta mencetak generasi muda yang humanis, berdaya saing global, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu kemanusiaan dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.