Menlu Sugiono Usai Terima Menlu Vivian: Siap Garap Proyek Listrik Lintas Batas Terbesar RI-Singapura
Dewi Agustina May 12, 2026 03:38 PM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyatakan kesiapan pemerintah untuk menggarap proyek perdagangan listrik lintas batas yang diproyeksikan menjadi proyek energi terbesar antara Indonesia dan Singapura. 

Hal ini disampaikan usai pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, di Gedung Pancasila, Jalan Taman Pejambon, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).

Baca juga: Menlu Sugiono Sebut ASEAN Sepakati APSA, Siaga Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah

Pertemuan tersebut secara khusus membahas kemajuan konkret di berbagai sektor, termasuk persiapan menuju pertemuan Leaders Retreat mendatang. 

Fokus utama kedua negara kini tertuju pada pengembangan investasi energi berkelanjutan yang berdampak luas bagi kawasan.

"Dan mengenai energi, kami berbicara tentang perdagangan listrik lintas batas dan pengembangan serta investasi energi yang kami harapkan menjadi proyek listrik terbesar, terutama proyek listrik berkelanjutan," ujar Menlu Sugiono.

 

 

Selain sektor energi, kedua menteri juga menyepakati perluasan kemitraan dalam teknologi agribisnis guna memperkuat ketahanan pangan. 

Dijelaskan Sugiono, kerja sama industri di kawasan strategis seperti Batam, Bintan, Karimun, dan Kendal juga akan terus dikembangkan melalui zona industri berkelanjutan bersama.

Menlu Sugiono menegaskan bahwa proyek-proyek ekonomi ini bukan sekadar angka, melainkan sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara. 

"Inisiatif ini, tentu saja, merupakan proyek ekonomi, namun juga merupakan peluang bagi kedua negara kita untuk menyediakan lebih banyak lapangan kerja bagi rakyat kita, menciptakan peluang, dan meningkatkan mata pencaharian," tambahnya.

Sementara itu, Menlu Singapura, Vivian Balakrishnan, menyebut potensi energi Indonesia sangat melimpah. 

Menurutnya, kerja sama ini merupakan sinergi yang bermakna bagi peran Singapura sebagai pusat teknologi dan pembiayaan infrastruktur regional.

"Indonesia memiliki potensi yang sangat luas di ruang energi. Tenaga surya, panas bumi, hidroelektrik, faktanya saya melihat Indonesia sebagai negara adidaya dalam energi. Ini masalah mendapatkan investasi untuk mengalir dan mewujudkan proyek-proyek ini," kata Vivian Balakrishnan.

Adapun pertemuan bilateral ini dilakukan menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura pada tahun depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.