SURYA.CO.ID, SURABAYA - Persebaya Surabaya harus membayar mahal hasil imbang tanpa gol saat menghadapi Persis Solo di Stadion Manahan pada Sabtu (9/5/2026). Selain gagal memperpanjang tren kemenangan, Bajul Ijo juga dihantam badai cedera jelang laga penting kontra Semen Padang.
Dua pemain yang mengalami masalah fisik adalah Koko Ari Araya dan Malik Risaldi. Keduanya harus ditarik keluar lebih cepat, karena mengalami cedera dalam laga pekan ke-32 Super League 2025/2026 tersebut.
Kondisi ini membuat tim pelatih dan departemen medis Persebaya bekerja ekstra, untuk memastikan kesiapan skuad menghadapi jadwal kompetisi yang padat.
Koko Ari lebih dulu meninggalkan lapangan pada menit ke-60 setelah terlihat terpincang-pincang. Posisi pemain asal Surabaya itu kemudian digantikan Dimas Wicaksono.
Sementara Malik Risaldi harus ditarik keluar saat awal babak kedua dan digantikan Mikael Tata.
Chief Medical Officer Persebaya, dr Pratama Wicaksana Wijaya atau dr Tommy, memastikan kondisi kedua pemain masih terus dipantau.
“Malik menunjukkan perkembangan yang positif. Kami terus melakukan observasi, terutama terkait kondisi fisiknya setelah pertandingan kemarin,” kata dr Tommy.
Sedangkan untuk Koko Ari, ia menyebut cedera yang dialami berupa kram akibat tingginya intensitas pertandingan.
“Untuk Koko, pertandingan kemarin dia mengalami kram. Komunikasi terakhir, kondisinya sudah membaik dan pulih,” tambahnya.
Pertandingan melawan Persis Solo memang berlangsung dalam tempo tinggi. Situasi itu membuat sejumlah pemain Persebaya mengalami kelelahan dan gangguan fisik selepas pertandingan.
Meski demikian, tim medis memastikan kondisi mayoritas pemain masih cukup baik.
“Secara keseluruhan kondisi pemain Persebaya dalam keadaan cukup baik. Pemain yang mengalami keluhan sudah mendapatkan penanganan dari tim medis, baik dokter tim maupun fisioterapis,” terang dr Tommy.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, juga mengakui timnya sempat kesulitan pada babak kedua karena beberapa pemain mengalami masalah fisik.
“Babak kedua kami mulai mengalami masalah. Banyak pemain yang harus keluar. Kami perlu menempatkan pemain di posisi yang berbeda,” ujar Bernardo Tavares.
Meski dalam situasi sulit, pelatih asal Portugal itu tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang mampu membawa pulang satu poin dari kandang Persis Solo.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemain yang telah berusaha melakukan yang terbaik,” lanjutnya.
Kini, departemen medis Persebaya juga masih memantau beberapa pemain yang belum pulih sepenuhnya dari cedera:
Menurut dr Tommy, Tim medis Persebaya terus menjaga komunikasi intensif dengan seluruh pemain, agar kondisi tetap stabil menjelang laga tandang kontra Semen Padang di Stadion H Agus Salim pada Jumat (15/5/2026).
Ia menegaskan, pemantauan akan terus dilakukan demi menjaga kesiapan skuad hingga akhir musim.
“Pada dasarnya tim medis terus melakukan komunikasi dan pemantauan terhadap seluruh pemain, agar kondisi mereka tetap terjaga dan siap untuk pertandingan berikutnya,” pungkasnya.