Obor Pemuda GMIM, Renungan Selasa 12 Mei 2026, 1 Korintus 1:19, Aku Percaya dan Patuh
Chintya Rantung May 12, 2026 01:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Obor Pemuda GMIM, renungan Selasa 12 Mei 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada 1 Korintus 1:19.

Tema perenungan adalah Aku Percaya dan Patuh.

Khotbah:

Sobat Obor, Pada malam itu di brockton, Massachusette, berlangsung ceramah yang menjelaskan tentang Alkitab. Pokok yang dijelaskan memang sulit. 

Pada acara tanggapan, seorang pemuda berdiri dan berkata, “Aku kurang mengerti, namun aku percaya dan aku akan mematuhinya.” Sobat obor pernahkah kita mengikuti seminar Alkitab?

Pernah bahkan bisa jadi sering. Apakah kita mengerti semua kita dengar?

Semoga kita menjawabnya dengan jujur. Sedangkan kita mengikuti seminar Alkitab dengan serius kita mengalami kesulitan untuk mengerti apalagi jika kita ikut kegiatan itu dengan setengah hati.

Mari kita lanjutkan cerita di awal tadi. Seorang pakar musik, Daniel Towner (1850-1919), yang duduk di antara hadirin terkesan oleh sikap pemuda tadi.

Kurang mengerti namun percaya dan akan mematuhinya.

Besoknya, Towner menyurati dan menceritakan hal itu kepada kawannya, yaitu John Sammis (1846-1919), seorang pendeta gereja Presbiterian yang juga pengarang lirik nyanyian.

Mereka berdua sangat terkesan oleh jawaban pemuda itu dan menuangkannya dalam sebuah lirik lagu: percaya dan patuh, sebab tidak ada cara lain untuk bahagia di dalam Yesus kecuali percaya dan patuh.

Sobat obor, kurang mengerti tapi percaya dan patuh. Pengkuan orang muda itu jadi kesaksian dan menginspirasi lagu yang diterjemahkan oleh Yamuger menjadi “siapa yang berpegang” (NKB no 116).

Hikmat Allah jauh lebih tinggi dari hikmat manusia. Ayat yang kita renungkan saat ini dikutip dari Yesaya 29:14. Karena ada tertulis: “Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan kulenyapkan.”

Allah akan menaklukan kesombongan manusia yang mengandalkan kecerdikan dan akan budi sendiri. Akal manusia terbatas itulah mengapa kita butuhkan hati yang percaya.

Kita harus jujur Alkitab memang buku yang sulit dan rumit, belajar Alkitab tidak mudah, ada banyak hal di dalam Alkitab yang berada di luar jangkauan logika kita. Sungguh wajar bila kita membaca Alkitab dengan dahi berkeriyut, “ini susah masuk di akal.” 

Dalam situasi seperti itu semoga hikmat Allah menerangi hati kita sehingga kita pun berkata; aku percaya dan patuh. Amin.

Sumber: sobatobor.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.