TRIBUNJAMBI.COM - Tim Kedokteran Forensik Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan berhasil merampungkan penghimpunan sampel DNA dari seluruh korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut Bus ALS di jalur Jambi-Palembang.
Tragedi yang melibatkan tabrakan banteng antara bus penumpang dan truk tangki BBM di Kabupaten Muratara, jalur utama menuju Jambi, tersebut kini memasuki fase krusial pencocokan data medis.
Sebanyak 17 sampel DNA korban telah terkumpul sepenuhnya setelah sebelumnya tim sempat terkendala karena baru mengamankan data dari 11 korban.
Kelengkapan data ini menjadi titik terang bagi keluarga yang tengah menanti kepastian identitas jenazah anggota keluarga mereka.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol dr. Budi Susanto, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat dengan menghubungi keluarga inti yang belum memberikan sampel DNA.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan akurasi data antemortem (data sebelum meninggal) dengan post mortem (data setelah meninggal).
"Sudah kami hubungi keluarga inti, ayah dan saudara kandung. Limpahan sampel DNA dikirimkan ke laboratorium Pusdokkes Polri agar hasil antemortem cocok dengan data post mortem."
Baca juga: Firasat dan Pesan Terakhir Korban Kecelakaan Maut Bus ALS di Jalur Jambi-Palembang
Baca juga: Kondisi Terkini Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Keluarga Brigadir J Asal Jambi Lawan Ferdy Sambo
"Masih menunggu hasil, belum bisa kita tayangkan kantong nomor satu dan seterusnya atas nama siapa," ujar Budi saat memberikan keterangan pers, Selasa (12/5/2026).
Hasil Paling Cepat Keluar Rabu Besok
Mengingat kondisi jenazah yang memerlukan ketelitian ekstra dalam proses identifikasi, pihak rumah sakit memperkirakan hasil pencocokan DNA antara keluarga dan kantong jenazah akan segera rampung dalam waktu dekat.
Proses laboratorium di Pusdokkes Polri menjadi penentu utama validitas pengumuman nama-nama korban.
"Paling cepat Rabu hasilnya keluar," kata Kombes Budi.
Estimasi waktu ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi keluarga yang saat ini masih berada di RS Bhayangkara Palembang maupun yang menunggu di wilayah Jambi dan Sumatera Utara.
Imbauan untuk Menghindari Spekulasi
Pihak kepolisian mengimbau semua pihak, termasuk keluarga dan awak media, untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi identitas korban yang belum terverifikasi secara medis.
Akurasi data sangat dijaga agar tidak terjadi kesalahan dalam penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.
"Keluarga diminta bersabar dan rekan-rekan media juga bersabar, jangan sampai ada statemen tentang identitas secara valid," tutupnya.
Hingga saat ini, proses identifikasi masih terus dikebut oleh tim ahli forensik demi memberikan pelayanan terbaik bagi para korban lakalantas maut tersebut.
Temuan dua jenazah yang menempel dalam satu kantong jenazah korban kecelakaan bus ALS dan truk tangki BBM di Kabupaten Muratara, Sumatra Selatan, pada Rabu (6/5/2026) siang, menjadi salah satu fakta memilukan.
Karumkit RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Kombes Pol. Budi Susanto, menjelaskan bahwa temuan ini terungkap saat petugas melakukan pemeriksaan mendalam terhadap 16 kantong jenazah yang tiba dari lokasi kejadian.
Berdasarkan pemeriksaan Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, kondisi dua jenazah tersebut sedang berpelukan.
Baca juga: Tim DVI Temukan Jenazah Balita dalam Dekapan saat Identifikasi Korban Bus ALS
Baca juga: Jambi Jadi Benteng Transit: Rentetan Kurir Asal Riau Tekuk Lutut di Jalur Lintas
Awalnya, pihak kepolisian mengasumsikan satu kantong berisi satu jenazah.
Kondisi saling menempel di bagian ketiak sehingga sempat diduga berasal dari satu korban.
Namun, saat memeriksa kantong dengan nomor label PM008, tim medis menemukan dua sampel biologis yang berbeda.
"Pada label penomoran PM008, itu kita menemukan ada dua sampel yang berbeda dalam satu kantong jenazah tadi. Lengket dia," ungkap Kombes Pol. Budi di RS Bhayangkara kepada Tribunsumsel.com.
Setelah dilakukan pendalaman secara ilmiah, tim berhasil mengidentifikasi bahwa salah satu dari jenazah yang menempel tersebut diduga kuat merupakan seorang balita.
"Didapatkan memang dia tidak identik dengan jenazah yang satu lagi. Kemungkinan adalah jenazah balita atau kurang dari lima tahun," tambahnya.
Temuan ini membuat kantong PM008 kini memiliki dua penomoran baru, yakni 08B dan 08C.
Ketika ditanya jenis kelamin kedua body part itu, dr. Budi menambahkan bahwa dirinya belum bisa memastikan.
Ia meminta keluarga korban untuk membantu memberikan data tambahan, seperti baju atau benda milik korban yang mengandung epitel kulit atau sikat gigi, guna mencocokkan profil DNA dengan jenazah yang ditemukan.
Berdasarkan hasil olah TKP oleh Ditlantas Polda Sumsel dan Satlantas Polres Musirawas Utara, penyebab utama kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kecamatan Karang Jaya ini adalah upaya bus menghindari lubang.
Kapolres Muratara, AKBP Rendy Surya Aditama, menjelaskan bahwa bus ALS dengan nomor polisi BK-7778-DL yang dikemudikan Alif hilang kendali saat mencoba menghindari lubang jalan.
"Bus berbelok ke kanan dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi, kemudian menabrak mobil tangki Seleraya dari arah berlawanan. Akibat kejadian tersebut, pengemudi dan penumpang mobil Seleraya meninggal dunia terbakar di dalam mobil," ungkap AKBP Rendy.
Petugas juga menemukan sejumlah barang bawaan yang diduga memicu besarnya api, di antaranya:
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk kemungkinan pemanggilan pihak manajemen bus ALS untuk dimintai keterangan terkait standar operasional dan prosedur pengangkutan penumpang.
Baca juga: Hari Pertama Jambi School Football League 2026, SMP 34 Kerinci Taklukkan SMP 3 Tanjabbar
Baca juga: Temukan Belatung di Dapur MBG, KSP Dudung Ultimatum Tutup SPPG Jakarta
Baca juga: Polsek Jambi Timur Imbau Warga Waspada Modus Penipuan Emas Palsu