TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kebakaran yang terjadi di area pabrik tepung terigu Sriboga Flour Mill Jalan Deli, Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang, Selasa (12/5/2026), telah dipadamkan oleh petugas internal Pelindo sebelum tim Damkar Kota Semarang tiba di lokasi.
Kabid Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono mengatakan, pihaknya sempat menerjunkan dua mobil pemadam ke lokasi setelah menerima laporan kebakaran.
Setibanya di lokasi, api sudah dipadamkan menggunakan hidran milik perusahaan.
Baca juga: UIN Walisongo Semarang Mendunia: 813 Pendaftar Asing dari 17 Negara, TI dan Kedokteran Favorit
“Sudah dipadamkan oleh pemadam dari Pelindo menggunakan hidran yang ada di lokasi Sriboga. Saat kami datang sudah tidak ada api, tinggal pendinginan dan pengecekan lokasi,” ujar Tantri.
Dia menjelaskan, bagian yang terbakar merupakan karet pada mesin conveyor pabrik.
Material karet tersebut berada di sistem conveyor yang digunakan untuk mengangkut bahan produksi.
Menurut Tantri, api diduga muncul akibat panas dan gesekan pada bagian conveyor yang dipenuhi debu produksi. Namun penyebab pastinya masih belum dapat dipastikan.
“Informasi sementara ada debu yang melekat, lalu terkena panas di bagian karet yang berputar, mungkin terjadi gesekan."
"Tapi untuk penyebab pastinya masih belum diketahui,” imbuh dia.
Saat kejadian, aktivitas pekerja disebut sedang memasuki waktu istirahat makan siang.
• BREAKING NEWS: Kebakaran Melanda Sriboga Tanjung Emas Semarang
Salah seorang pekerja kemudian melihat asap hitam muncul dari area conveyor dan segera melapor.
Asap hitam pekat muncul karena material yang terbakar merupakan karet conveyor.
Dari luar bangunan, bagian tersebut tampak menyerupai pipa besar atau mesin berbentuk silinder.
Tantri mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Api juga telah dipadamkan sebelum merembet ke bagian lain pabrik.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat kami tiba lokasi sudah aman,” lanjutnya.
Meski api sudah padam, pihak Damkar tetap melakukan pengecekan sebagai bagian dari prosedur penanganan kebakaran.
Hingga kini, nilai kerugian akibat insiden tersebut masih belum dapat dipastikan. (*)