TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Cilacap mencatat ada 34 kejadian bencana di wilayah tersebut sepanjang April 2026.
Kejadian yang dipicu cuaca ekstrem ini mengakibatkan kerugian hingga Rp617.550.000.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Taryo mengungkapkan, dari data yang dimiliki, bencana akibat hujan deras disertai angin kencang mendominasi dengan 17 kasus.
Disusul 14 kejadian tanah longsor serta tiga kejadian lain.
Taryo mengatakan, bencana tersebut tersebar di 12 kecamatan dan 29 desa, mulai dari wilayah barat Cilacap seperti Dayeuhluhur dan Wanareja, hingga kawasan perkotaan Cilacap.
"Sebagian besar kejadian dipicu hujan deras dan angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang, rumah rusak hingga akses jalan terganggu," ujar Taryo, Selasa (12/5/2026).
Taryo menambahkan, puluhan kejadian bencana ini berdampak pada 206 jiwa atau 66 kepala keluarga.
Sebanyak 20 warga dari delapan kepala keluarga, bahkan sempat mengungsi demi menghindari risiko bencana susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
"Kerusakan rumah warga juga cukup signifikan dengan total 89 rumah terdampak, mulai dari rusak ringan hingga roboh," kata Taryo.
BPBD Cilacap merinci, empat rumah dilaporkan roboh, enam rumah rusak berat, dua rumah rusak sedang, dan 77 rumah mengalami rusak ringan.
Tak hanya permukiman warga, sejumlah fasilitas dan infrastruktur turut terdampak mulai dari akses jalan, jembatan, tebing, talud, sekolah hingga area usaha masyarakat.
Selain kerusakan material, BPBD juga mencatat adanya tiga korban jiwa dalam kategori kejadian lain berupa penemuan mayat di Kecamatan Wanareja.
Taryo mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan longsor dan pohon tumbang.
"Kalau terjadi kondisi darurat atau tanda-tanda bencana, masyarakat diharapkan segera melapor kepada pemerintah desa maupun petugas BPBD agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat," katanya. (*)