Hasil DNA 17 Korban Tewas Bus ALS di Muratara Sumsel Diumumkan Besok
taryono May 12, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Sumsel - Hasil pencocokan DNA terhadap 17 korban tewas dalam kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, diperkirakan diumumkan paling cepat Rabu (13/5/2026). 

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel kini telah menghimpun seluruh sampel DNA keluarga korban untuk dicocokkan dengan data post mortem jenazah. 

“Sudah kami hubungi keluarga inti, ayah dan saudara kandung. Limpahan sampel DNA dikirimkan ke laboratorium Pusdokkes Polri agar hasil antemortem cocok dengan data post mortem. Masih menunggu hasil, belum bisa kita tayangkan kantong nomor satu dan seterusnya atas nama siapa,” ujar Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budi Susanto, Selasa (12/5/2026).

Budi mengatakan sebelumnya tim forensik baru menerima sampel DNA dari 11 korban. Namun kini seluruh kebutuhan identifikasi telah dilengkapi sehingga proses pencocokan dapat segera diselesaikan. 

“Paling cepat Rabu hasilnya keluar,” katanya.

Ia meminta keluarga korban dan masyarakat untuk tetap bersabar menunggu hasil resmi identifikasi dari tim DVI. Menurutnya, kepastian identitas korban harus berdasarkan hasil ilmiah agar tidak menimbulkan kesalahan informasi. 

“Keluarga diminta bersabar dan rekan-rekan media juga bersabar, jangan sampai ada statemen tentang identitas secara valid,” ucapnya.

Proses identifikasi korban kecelakaan tersebut menjadi perhatian serius setelah tim forensik menemukan dua jenazah berbeda berada dalam satu kantong jenazah bernomor PM008. Temuan itu diketahui saat pemeriksaan mendalam terhadap 16 kantong jenazah yang dievakuasi dari lokasi kejadian.

Kombes Pol Budi Susanto menjelaskan, awalnya petugas menduga satu kantong hanya berisi satu korban. Namun setelah dilakukan pemeriksaan biologis, ditemukan dua sampel berbeda yang saling menempel. 

“Pada label penomoran PM008, itu kita menemukan ada dua sampel yang berbeda dalam satu kantong jenazah tadi. Lengket dia,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan lanjutan, salah satu jenazah diduga merupakan balita berusia di bawah lima tahun. Kedua jenazah tersebut diketahui dalam posisi saling berpelukan saat ditemukan. 

“Didapatkan memang dia tidak identik dengan jenazah yang satu lagi. Kemungkinan adalah jenazah balita atau kurang dari lima tahun,” tambah Budi.

Atas temuan itu, tim DVI kemudian memberi penomoran baru pada kantong jenazah PM008 menjadi PM08B dan PM08C untuk memudahkan proses identifikasi. 

Pihak rumah sakit juga meminta bantuan keluarga korban menyerahkan barang pribadi seperti pakaian, sikat gigi, atau benda yang mengandung epitel kulit guna memperkuat pencocokan DNA.

Sementara itu, penyelidikan kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kecamatan Karang Jaya masih terus berlangsung. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL diduga hilang kendali saat berusaha menghindari lubang di badan jalan.

Kapolres Muratara AKBP Rendy Surya Aditama mengatakan bus yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi itu berbelok ke kanan hingga bertabrakan dengan truk tangki Seleraya dari arah berlawanan. 

“Bus berbelok ke kanan dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi, kemudian menabrak mobil tangki Seleraya dari arah berlawanan. Akibat kejadian tersebut, pengemudi dan penumpang mobil Seleraya meninggal dunia terbakar di dalam mobil,” jelasnya.

Polisi juga menemukan sejumlah barang bawaan penumpang yang diduga memperbesar kobaran api setelah benturan terjadi. 

Hingga kini, penyidik masih mendalami kemungkinan pemanggilan pihak manajemen bus ALS untuk dimintai keterangan terkait standar operasional dan prosedur keselamatan angkutan penumpang.

Sumber: TribunSumsel.com 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.