SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memastikan kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Jembatan Ampera akan dipermanenkan menjadi agenda rutin setiap minggu.
Keputusan ini diambil setelah pelaksanaan uji coba ketiga yang berlangsung pada Minggu (10/5/2026) dinilai sukses menarik minat ribuan warga sebagai destinasi wisata baru.
Walikota Palembang, Ratu Dewa, menyatakan bahwa operasional CFD yang berlangsung pukul 05.30 hingga 09.00 WIB akan terus dievaluasi agar tidak menimbulkan kemacetan yang krusial.
Terkait peresmian secara formal (launching), pihak Pemkot saat ini tengah menyesuaikan waktu dengan jadwal Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.
"Kami sudah berbicara secara lisan dengan Pak Gubernur, tinggal pengaturan jadwal beliau saja dalam waktu dekat. Saya kira minggu depan sudah jalan, tinggal formal saja," ujar Ratu Dewa, Selasa (12/5/2026).
Menurut Dewa, dalam uji coba terakhir masih ada beberapa catatan yang akan jadi pertimbangan pihaknya, untuk dilakukan evaluasi kedepan, sehingga masyarakat memahami dan tidak merugikan masyarakat.
"Kemarin memang ada yang sedikit miskomunikasi, karena kurang sosialisasi. Dimana di kawasan belakang Masjid Agung sudah buka ternyata kenyataannya masih tutup, karena masyarakat tidak tahu batasan waktu pikir masyarakat jam 8 sudah buka, ternyata baru jam 9 sehingga ada miskomunikasi," ujarnya.
Untuk itu, kedepan diperlukan sosialisasi dari jajaran Pemkot Palembang, mulai tingkat Kecamatan, Kelurahan, hingga RT RW sehingga masyarakat memahaminya.
Dalam pelaksanaan uji CFD ke 3, Minggu (10/5/2026) Jembatan Ampera berjalan lancar, meski masih ada keluhan warga di jalan alternatif setelah jalan akses ke jembatan Ampera ditutup.
CFD Ampera seakan menjelma destinasi wisata baru, menarik perhatian lintas daerah. Hal ini menekankan pentingnya ruang publik yang sehat, aman, dan menyenangkan.
“Ini upaya kita menciptakan masyarakat yang sehat dan bahagia. Jika sebelumnya hanya setahun sekali, ke depan kita rencanakan setiap minggu,” kata Dewa optimis saat itu.
Dilanjutkannya, CFD bukan sekadar olahraga, tapi juga wadah silaturahmi, mempererat kebersamaan warga.
Meski menyedot perhatian ribuan orang, Pemkot Palembang tetap sigap menjaga kelancaran lalu lintas.
Dishub bersama Polri mengatur pengalihan arus, Satpol PP menjaga ketertiban, dan tokoh masyarakat ikut mendukung agar CFD berjalan tertib.
Ratu Dewa pun meminta maaf atas dampak penutupan jembatan sementara.
“Kami mohon dukungan seluruh warga agar Jembatan Ampera benar-benar menjadi destinasi wisata baru yang membanggakan,” tegasnya.
Rencananya, peresmian reguler CFD Ampera akan segera dimatangkan. Jika jadi agenda mingguan, bukan mustahil ikon Palembang ini akan dikenal sebagai salah satu ruang publik paling hidup di Indonesia.