TRIBUNNEWSMAKER.COM - Suasana haru menyelimuti pelaksanaan wisuda di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan saat ribuan pasang mata menyaksikan momen yang tak akan mudah dilupakan.
Prosesi Wisuda Magister ke-24 dan Sarjana ke-52 yang digelar di Gedung Student Centre itu awalnya berlangsung khidmat dan penuh kebahagiaan seperti biasanya.
Namun suasana mendadak berubah menjadi penuh kesedihan ketika nama Fatimah Az Zahro dipanggil oleh panitia wisuda di hadapan seluruh tamu undangan.
Almarhumah diketahui merupakan wisudawati dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Kebahagiaan yang seharusnya menjadi puncak perjuangan akademiknya harus berubah menjadi duka mendalam setelah Fatimah Az Zahro meninggal dunia pada Kamis, 23 April 2026.
Kepergian almarhumah meninggalkan luka yang begitu dalam bagi keluarga, sahabat, para dosen, hingga seluruh sivitas akademika kampus yang mengenalnya sebagai sosok baik dan tekun.
Dikutip dari Instagram @pekalonganinfo, Selasa (12/5/2026), dalam prosesi wisuda tersebut, kursi wisudawati yang seharusnya ditempati Fatimah tampak kosong dan menjadi simbol kehilangan yang begitu menyayat hati.
Kehadiran almarhumah akhirnya diwakili sang ibu tercinta, Sri Narsih, yang naik ke atas podium untuk menerima ijazah putrinya dengan langkah penuh kesedihan.
Baca juga: Kronologi Leher Pengendara Motor Terjerat Senar Layangan di Pekalongan, Jari Korban Ikut Terluka
Suasana gedung mendadak hening ketika Sri Narsih berjalan perlahan menuju panggung sambil menahan air mata di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.
Tak sedikit keluarga wisudawan yang terlihat menundukkan kepala haru menyaksikan perjuangan seorang ibu menerima ijazah atas nama putri yang telah tiada.
Beberapa wisudawan bahkan tampak menyeka air mata karena tak kuasa melihat momen penuh emosi tersebut berlangsung di depan mata mereka.
Kesedihan semakin terasa ketika nama Fatimah Az Zahro disebut sebagai salah satu lulusan yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi meski tak sempat hadir secara langsung.
Momen itu menjadi pengingat bahwa perjuangan pendidikan tidak selalu berakhir dengan kebahagiaan yang utuh karena takdir dapat datang kapan saja.
Bagi keluarga, wisuda tersebut bukan hanya tentang gelar akademik, tetapi juga tentang perjuangan panjang almarhumah dalam menuntut ilmu hingga akhir hayatnya.
Banyak pihak di lingkungan kampus mengaku kehilangan sosok Fatimah yang dikenal ramah, santun, dan memiliki semangat belajar yang tinggi selama kuliah.
Baca juga: Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Tewas di Pekalongan, Korban Dipukul Pakai Cobek di Malam Hari
Doa-doa pun terus dipanjatkan oleh para dosen, mahasiswa, dan tamu undangan agar amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT.
Suasana haru yang menyelimuti Gedung Student Centre membuat prosesi wisuda tahun ini terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Di tengah kebahagiaan para lulusan lain yang merayakan keberhasilan bersama keluarga, ada kesedihan mendalam yang menyelimuti keluarga Fatimah Az Zahro.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling emosional dalam pelaksanaan wisuda UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan tahun 2026.
Semoga almarhumah Fatimah Az Zahro mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi kehilangan yang begitu mendalam.
(TribunNewsmaker.com/ Listusista)