Penceramah Buya Yahya Beberkan Amalan 1-10 Zulhijah Jelang Idul Adha 2026, Jangan Sampai Terlewat
Mulyadi Danu Saputra May 12, 2026 08:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menjelang Idul Adha 2026, terdapat sejumlah amalan ibadah yang dapat dikerjakan berdasar penjelasan ulama kondang Buya Yahya.

Menurut dai bernama asli Yahya Zainul Ma'arif Jamzuri itu, amalan ini dapat dikerjakan di awal bulan Zulhijjah tepatnya tanggal 1-10 Zulhijah (ada juga yang menulis Dzulhijjah, Zulhijjah)

Jika sesuai perkiraan Pemerintah Republik Indonesia, Idul Adha 1447 Hijriah di Indonesia diprediksi jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Kementerian Agama akan menyelenggarakan sidang isbat pada 17 Mei 2026 untuk menetapkan 1 Zulhijah secara resmi.

Baca juga: Jelang Idul Adha Ratusan Hewan Ternak di HSU Diperiksa

Diuraikan Buya Yahya, Nabi Muhammad SAW menyebut Allah SWT menyenangi hamba-Nya yang berbuat kebaikan di 10 awal bulan Zulhijjah.

Di bulan Zulhijjah, Buya Yahya menuturkan, ada ibadah khusus yang hanya ada di bulan ini yaitu ibadah haji dan kurban.

Bulan Zulhijjah adalah bulan ke-12 dari sistem penanggalan Islam. 

Di bulan ini ada hari besar yang dinantikan kaum muslimin yakni Hari Raya Idul Adha.

Setiap tanggal 10 Zulhijjah di kalender Islam Hari Raya Idul Adha dirayakan, tahun ini diperkirakan bertepatan pada Rabu (27/5/2025).

Terdapat amalan-amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam di awal bulan Zulhijjah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Buya Yahya menjelaskan umat Islam hendaknya mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan Zulhijjah.

"Nabi SAW pernah menyebutkan tidak ada hari-hari untuk berbuat kebaikan yang Allah senangi melebihi dari 10 awal Zulhijjah. Jadi, kalau ingin beramal baik yang sangat disenangi Allah ya 10 awal Zulhijjah," terang Buya Yahya dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Begitu agungnya 10 Zulhijjah meliputi tanggal 1-10, Buya Yahya mengungkapkan terjadi perdebatan antar ulama mengenai mana yang terbaik dari 10 awal Zulhijjah atau 10 akhir Ramadhan.

Pada 10 akhir Ramadhan, umumnya umat Islam melakukan I'tikaf dan terus beribadah.

Sementara, sebagian lupa Nabi SAW telah menyebutkan tidak ada yang lebih bagus beribadah di 10 awal Zulhijjah.

"Sehingga 10 awal Zulhijjah lebih bagus dari 10 akhir Ramadhan. Cuman ada ulama yang membedakan, bicara tentang hari dan malam, kalau malam, malam terbaik adalah malam 10 akhir Ramadhan, sedangkan hari, hari terbaik adalah 10 awal Zulhijjah, artinya dua-duanya hebat," jelas Buya Yahya.

Bahkan, jihad tidak bisa mengalahkan amalan di 10 awal bulan Zulhijjah, kecuali orang yang punya kekayaan dicurahkan untuk jihad dan dia juga ikut berperang habis hartanya, kemudian meninggal di medan laga baru bisa menyamai kebaikan-kebaikan di 10 awal bulan Zulhijjah.

Semua amalan yang ada sepanjang tahun tersimpulkan di 10 awal bulan Zulhijjah. Sedangkan di Ramadhan bulan yang mulia, tidak ada haji dan kurban.

"Sedangkan di 10 awal Zulhijjah, ada haji dan kurban, lalu ada puasa, sholat juga ada, itulah kelebihan 10 awal bulan Zulhijjah, ibadah yang bertebaran sepanjang tahun disimpulkan atau terkumpul di bulan Zulhijjah," tuturnya.

Bahkan lebih dari itu, ada sejumlah amalan yang hanya ada di 10 Zulhijjah, yakni ibadah haji dan menyembelih kurban bagi yang mampu.

Amalan lainnya yang bisa dilakukan di awal bulan Zulhijjah adalah memperbanyak dzikir, mengucap tasbih, tahmid, dan takbir dalam keseharian.

Amalan yang paling istimewa adalah ibadah haji, jika ternyata kita tergolong bukan orang yang punya dana untuk naik haji yang penting rindu untuk mendapatkan pahala haji, di antaranya Salat Jumat dan Salat Dhuha.

"Apabila kita sholat subuh berjamaah, setelah itu duduk dan berdzikir atau membaca Alquran sampai terbit matahari dan mengerjakan dua rakaat sholat dhuha, maka mendapatkan pahala haji dan umrah, artinya bagi yang fakir tidak usah berkecil hati," ucap Buya Yahya.

Amalan selanjutnya yang dianjurkan setiap tahun di bulan Zulhijjah adalah menyembelih hewan kurban.

Perihal kurban, perlu direncanakan sejak awal tahun agar dapat terealisasi, misalnya dengan menabung.

"Salah paham di masyarakat jadi kacau urusan kurban, orang-orang mengira kurban satu kali seumur hidup, padahal setahun sekali," kata Buya Yahya.

Karena itu, tidak ada keinginan untuk menyembelih kurban, niscaya bagi yang berkurban tidak akan mengurangi rezeki sehari-hari yang telah Allah takdirkan.

Buya Yahya pun mengimbau di Hari Raya Idul Adha buatlah menjadi hari bersenang-senang meski tidak ada dana untuk menyembelih hewan kurban, bisa diganti dengan menghidangkan jenis makanan lain meski tidak termasuk ibadah kurban.

Niat Kurban di Hari Raya Idul Adha

نويت أن أاضحي للهِ تَعَالى

Nawaitu an udhahhi lillaahi ta’aalaa

Artinya, “Saya niat berkurban karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Saat Menyembelih Hewan Kurban

doa menyembelih hewan kurban sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّيْ

Bismillaahi wallaahu akbaru allaahumma minka walaka - Allahumma taqobbal minni

Artinya : Dengan nama Allah (aku menyembelih), Allah maha besar. Ya Allah (ternak ini) dari-Mu (nikmat yang engkau berikan, dan kami sembelih) untuk-Mu. Ya Allah! Terimalah kurban dariku" (HR Muslim).

Namun secara umum, sah saja jika membaca doa singkat sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَ

Arab-Latin: Bismillahi wallahu akbar.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah dan Allah Maha Besar.

(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.