TribunGayo.com, KUTACANE - Ditengah gencarnya program Ketahanan Pangan oleh Pemerintah Pusat, petani di Aceh Tenggara merasa mulai sulit memperoleh pupuk urea bersubsidi dan NPK Phonska.
"Saya sudah berkeliling mencari pupuk urea bersubsidi dan NPK Phonska di Kecamatan Lawe Sigala, Simpang Semadam dan Babul Makmur.
Namun, tak satu sak pun ada di jual di kios pengencer.
Kami saat ini butuh pupuk untuk memupuk tanaman jagung di ladang," kata seorang petani di Desa Lawe Loning Aman Kecamatan Lawe Sigala -gala Kabupaten Aceh Tenggara, Annazri.
Hal senada diungkapkan, Jupri Yadi R, petani jagung di Kecamatan Bambel.
Menurutnya, saat ini dia kesulitan memperoleh pupuk urea bersubsidi di kios-kios tidak ada yang jual. Namun, NPK Phonska ada yang masih jual di kios.
"Kami minta Bupati Aceh Tenggara agar turun tangan mengatasi jeritan petani atas sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi tersebut," pintanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara, Riskan SP mengatakan saat ini masalah pupuk terkendala karena peralihan dari PT PIM ke PT Pupuk Kaltim.
Dan, masalah angkutan sulitnya memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM).
Menurutnya, pupuk bersubsidi yang telah terealisasi mencapai 25 persen terserap. Untuk jatah urea bersubsidi selama setahun 14.850 ton dan NPK Phonska 15.000 ton.
Lanjutnya , sekitar sepekan yang lalu pihaknya sudah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke kios-kios pengencer di Lawe Sigala, Babul Makmur, Bukit Tusam dan Kecamatan Bambel, ada tersedia pupuk.
"Jadi, kemungkinan sudah habis di daerah itu didistribusikan," katanya. (*)
Baca juga: Prakiraan Cuaca Aceh Tenggara Besok 13 Mei 2026: Mayoritas Berawan
Baca juga: SD Negeri Ngkeran Aceh Tenggara Memprihatinkan, Rumput Liar dan Kebersihan Jadi Sorotan
Baca juga: Kasus Pembunuhan di Aceh Tenggara, Yupri Minta Tersangka Menyerahkan Diri dan Polisi Ungkap Motif