MC Shindy Akui Khilaf usai Ucapannya ke Josepha Alexandra, Politikus PDIP: Mirip Buzzer
Satrio Sarwo Trengginas May 12, 2026 11:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Master of Ceremony (MC) final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Shindy Lutfiana, akhirnya buka suara usai ucapannya kepada peserta SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra, viral di media sosial.

Sebelumnya, politikus PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli atau Gun Romli sempat melontarkan kritik keras terhadap jalannya perlombaan hingga menyebut MC yang berada di lomba tersebut mirip buzzer.

Shindy sebelumnya menjadi sorotan setelah mengucapkan kalimat "mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja" saat polemik keputusan dewan juri berlangsung di babak final.

Melalui unggahan klarifikasinya di Instagram, Shindy mengaku khilaf dan menyadari ucapannya tidak pantas disampaikan dalam kapasitasnya sebagai pembawa acara.

"Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu: 'Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja," yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut," tulisnya pada Selasa (12/5/2026). 

Ia juga mengakui bahwa ucapannya telah menimbulkan kekecewaan dan ketidaknyamanan bagi peserta lomba, guru pendamping, hingga masyarakat yang mengikuti polemik tersebut.

Politikus PDIP: Mirip Buzzer

Di sisi lain, Gun Romli menilai polemik LCC itu sebagai gambaran dari perilaku elite dan pejabat yang enggan mengakui kesalahan.

Ia bahkan menyebut sikap MC dalam polemik tersebut mirip buzzer yang membungkam kritik publik.

"MC yang sibuk memanipulasi narasi, dengan membawa-bawa 'perasaan' berperan penting seperti buzzer-buzzer yang bertugas membungkam nalar kritis penonton yang protes mewakili rakyat yang suaranya sering dianggap angin lalu," katanya dikutip dari Instagramnya pada Senin (11/5/2026). 

Menurutnya, kejadian dalam lomba tersebut menunjukkan bagaimana kejujuran dan kecerdasan bisa dikalahkan oleh otoritas dan kekuasaan.

Ia juga menyebut sikap juri dan penyelenggara sebagai bentuk ketidakadilan yang dipertontonkan di depan publik.

"Di sini kecerdasan dan kejujuran dikalahkan oleh otoritas kekuasaan, juri dan penyelenggara tidak hanya menunjukkan kebodohan intelektual tetapi juga kejahatan moral. 

Kasus tragedi cerdas cermat itu menjadi cermin retak betapa integritas telah mati digantikan oleh teatrikal kekuasaan yang curang, zalim dan memuakkan persis drama yang kerap kita saksikan di panggung pemerintahan," katanya. 

Sementara itu, Shindy berharap permohonan maafnya dapat diterima dan berjanji menjadikan peristiwa tersebut sebagai evaluasi agar lebih berhati-hati dalam memilih diksi saat berbicara di ruang publik.

"Besar harapan saya permohonan maaf saya ini dapat diterima dan saya berkomitmen untuk menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi terhadap diri saya, agar dapat bersikap lebih baik dan bijak ke depannya," tutupnya.

Banjir hujatan publik

Sosok Shindy Luthfiana yang menjadi pembawa acara (MC) dalam ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada Sabtu (9/5) dikulik warganet.

Warganet menilai, Shindy berpihak ke juri saat Regu C, Josepha Alexander protes imbas pengurangan skor.

Terkini, seusai video LCC itu viral di media sosial, dua akun Instagram Shindy mendadak hilang tak ditemukan.

Diketahui, ia sempat memiliki dua akun Instagram, yakni @shindy_lutfiana.mc, dan @shindy_mc_wedding.

Warganet menduga, hilangnya dua akun tersebut setelah Shindy banyak menerima kritikan.

Diketahui dalam tayangan Youtube MPRGOID, polemik bermula saat siswa yang akrab disapa Ocha itu protes imbas jawabannya dianggap salah oleh juri.

Akibatnya, Regu C mendapat pengurangan lima poin.

Lalu, kejanggalan terlihat saat Regu B memberi jawaban yang sama persis dan langsung dibenarkan dengan diberi poin 10 oleh juri.

Lantas, Shindy yang memandu acara tersebut dinilai tidak berempati kepada peserta yang mendapat perlakuan tidak adil.

Pihaknya justru menyebut dewan juri dalam acara ini sudah sangat kompeten dan teliti.

"Baik adik-adik, mohon diterima keputusan dewan juri. Karena tentunya dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengarkan jawaban dari adik-adik," ujar Shindy.

Tak hanya itu, Shindy juga meminta peserta melihat tayangan ulang di akhir acara apabila masih merasa keberatan dengan keputusan juri.

Situasi semakin memanas ketika Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, Indri Wahyuni turut menyudutkan Regu C.

Indri Wahyuni justru mengingatkan, agar para peserta menjawab dengan artikulasi yang jelas.

Berita terkait

  • Baca juga: Habib Jafar Kagumi Peserta Cerdas Cermat MPR: Kita Harus Jaga Josepha-Josepha di Negeri Ini
  • Baca juga: Minta Maaf, MC Lomba Cerdas Cermat MPR Khilaf Bilang "Mungkin Itu Hanya Perasaan Adik-adik Saja"
  • Baca juga: Josepha Alexandra Peserta Cerdas Cermat MPR Dipuji Cerdas, Habib Jafar Singgung Bahlil Lahadalia

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.