Sampel DNA 17 Korban Kecelakaan Bus ALS Arah Jambi dan Truk di Muratara Lengkap
Mareza Sutan AJ May 12, 2026 11:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, PALEMBANG -- Tim forensik Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan kini telah mengumpulkan seluruh sampel DNA dari 17 korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Pihak keluarga diminta bersabar menunggu hasil identifikasi.

Sebelumnya, tim forensik baru berhasil menghimpun sampel DNA dari 11 korban.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budi Susanto, mengatakan pihaknya telah menghubungi keluarga korban yang sebelumnya belum menyerahkan sampel DNA.

"Sudah kami hubungi keluarga inti, ayah dan saudara kandung. Limpahan sampel DNA dikirimkan ke laboratorium Pusdokkes Polri agar hasil antemortem cocok dengan data post mortem.

"Masih menunggu hasil, belum bisa kita tayangkan kantong nomor satu dan seterusnya atas nama siapa," ujar Budi, Selasa (12/5/2026).

Ia menyebut hasil pencocokan DNA antara keluarga korban dan kantong jenazah diperkirakan paling cepat keluar pada Rabu (13/5/2026).

"Paling cepat Rabu hasilnya keluar," katanya.

Karena itu, pihaknya meminta keluarga korban maupun media untuk bersabar menunggu hasil identifikasi resmi dari tim forensik.

"Keluarga diminta bersabar dan rekan-rekan media juga bersabar, jangan sampai ada statemen tentang identitas secara valid," tutupnya.

Jenazah Balita dalam Dekapan

Di balik proses identifikasi tersebut, tim DVI juga menemukan fakta memilukan.

Dua jenazah ditemukan saling menempel di dalam satu kantong jenazah korban kecelakaan bus ALS dan truk tangki BBM yang terjadi di Kabupaten Muratara pada Rabu (6/5/2026).

Karumkit RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, menjelaskan temuan itu diketahui saat petugas melakukan pemeriksaan mendalam terhadap 16 kantong jenazah yang dibawa dari lokasi kejadian.

Berdasarkan pemeriksaan tim DVI, kedua jenazah tersebut ditemukan dalam posisi saling berpelukan.

Awalnya, petugas mengira satu kantong jenazah hanya berisi satu korban.

Karena kondisi tubuh yang saling menempel di bagian ketiak, keduanya sempat diduga berasal dari satu jenazah.

Namun saat pemeriksaan pada kantong jenazah dengan label PM008 dilakukan, tim medis menemukan dua sampel biologis berbeda.

"Pada label penomoran PM008, itu kita menemukan ada dua sampel yang berbeda dalam satu kantong jenazah tadi. Lengket dia," ungkap Kombes Pol Budi kepada Tribunsumsel.com.

Setelah pemeriksaan ilmiah lebih lanjut, salah satu jenazah yang ditemukan menempel diduga merupakan seorang balita.

"Didapatkan memang dia tidak identik dengan jenazah yang satu lagi. Kemungkinan adalah jenazah balita atau kurang dari lima tahun," tambahnya.

Temuan tersebut membuat kantong jenazah PM008 kini dibagi menjadi dua penomoran baru, yakni 08B dan 08C.

Saat ditanya terkait jenis kelamin kedua jenazah itu, dr Budi mengaku belum dapat memastikan.

Ia meminta keluarga korban membantu menyerahkan barang pribadi korban seperti pakaian, benda yang mengandung epitel kulit, atau sikat gigi guna membantu proses pencocokan DNA.

Penyebab Kecelakaan

Sementara itu, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Ditlantas Polda Sumsel bersama Satlantas Polres Muratara, kecelakaan maut tersebut diduga dipicu upaya sopir bus menghindari lubang di jalan.

Kapolres Muratara, AKBP Rendy Surya Aditama, menjelaskan bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL yang dikemudikan Alif hilang kendali saat menghindari jalan berlubang.

"Bus berbelok ke kanan dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi, kemudian menabrak mobil tangki Seleraya dari arah berlawanan.

"Akibat kejadian tersebut, pengemudi dan penumpang mobil Seleraya meninggal dunia terbakar di dalam mobil," ungkap AKBP Rendy.

Dalam proses penyelidikan, petugas juga menemukan sejumlah barang bawaan penumpang yang diduga turut memperbesar kobaran api saat kecelakaan terjadi.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan memanggil pihak manajemen bus ALS untuk dimintai keterangan terkait standar operasional dan prosedur pengangkutan penumpang.

 

 

Baca juga: Lihainya Komplotan Emas Palsu di Jambi Tipu Pemotor yang Melintas

Baca juga: Cangkul dan 13 Adegan Tetangga Renggut Nyawa Pria di Bungo Tengah Malam

Baca juga: Tahanan di Muaro Jambi Suapi Kue Ulang Tahun untuk Anak meski Tangan Terborgol

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.