Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kelautan dan Perikanan DIY (DKP) berharap Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) segera diserahterimakan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Heri Sulistio, mengatakan KNMP tahun 2025 dibentuk di Kalurahan Poncosari, Bantul.
Ia menyebut bangunan fisik untuk operasional KNMP sudah selesai pada tahun 2025, namun sampai saat ini belum diserahterimakan.
"Kampung Nelayan Merah Putih ini belum optimal, karena sampai sekarang belum diserahterimakan kepada masyarakat. Kalau sudah diserahterimakan, kan masyakat bisa segera mengelola," katanya, Selasa (12/5/2026).
Ia menyebut kepengurusan KNMP sudah terbentuk. Namun pengurus masih belum aktif karena belum KNMP belum diserahterimakan.
"Kalau kampung nelayan itu kan dari KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Tetapi secara prinsip kami siap membantu masyarakat," ujarnya.
Saat ini, KNMP memang baru ada di Kabupaten Bantul. Namun dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul sudah mengusulkan pembentukan enam KNMP.
Baca juga: Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN, Pakar UGM: Tambah Beban Fiskal-Moral Hazard
Terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Kabupaten Bantul, Suyanto, menerangkan nelayan di Kabupaten Bantul sudah menanti lama.
Menurut informasi, KNMP di Bantul baru akan diserahterimakan pada Juni 2026 mendatang.
Ia menilai program KNMP sangat membantu nelayan dalam meningkatkan produksivitas hingga efisiensi operasional.
Pasalnya fasilitas di KNMP sudah lengkap, mulai dari ice maker, cold storage untuk ikan, bengkel untuk perbaikan kapal, dan lain-lain.
Belum lagi ada bantuan 10 armada perahu, lengkap dengan alat penangkap ikan.
Fasilitas pendukung tersebut sangat membantu nelayan dalam meningkatkan tangkapan.
"Sebenarnya nelayan itu menanti agar segera bisa bekerja dengan alat itu. Kemudian musim, kan ada musim tangkap ada musim paceklik ketika angin timur kencang. Nah harapannya kemarin itu di awal-awal (tahun 2026) segera diserah terimakan, agar segera dimanfaatkan nelayan," terangnya.
"Karena kami sebagai objek dari Program Strategis Nasional, akhirnya ya kami hanya bisa menanti saja. Armadanya kan bertambah, ada penguatan modal alat tangkap, ada perbengkelan, kita nggak harus jauh-jauh ke Cilacap untuk servis (perahu), artinya ini berbanding lurus dengan produksivitas. Harapannya ya segera diserah terimakan," imbuhnya. (*)