Bulog Bangun Gudang Beras 1.000 Ton di Malinau, Percepat Distribusi Pangan ke Pedalaman Kaltara
Cornel Dimas Satrio May 12, 2026 11:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Belum tersedianya Gudang Bulog di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara) kini mulai menjadi perhatian.

Hingga saat ini, distribusi stok pangan ke Malinau masih berasal dari Bulog Bulungan.

Menyikapi hal ini, Perum Bulog Kantor Cabang Bulungan memastikan pembangunan gudang penyimpanan beras di Kabupaten Malinau mulai berjalan pada tahun 2026.

Pembangunan Gudang Bulog dilakukan untuk memperkuat distribusi cadangan pangan pemerintah sekaligus mempercepat penanganan logistik saat terjadi bencana di wilayah pedalaman Kaltara.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Bulungan, Oktavianur mengatakan, saat ini proses pembangunan masih berada pada tahap hibah lahan dari Pemerintah Kabupaten Malinau.

Meski demikian, anggaran pembangunan dipastikan sudah berjalan pada tahun ini sehingga pembangunan gudang ditargetkan segera direalisasikan.

"Masih proses hibah, tetapi anggarannya sudah berjalan di tahun ini. Otomatis pembangunannya akan berjalan tahun ini," ujarnya, Minggu (12/5/2026).

Baca juga: Sidak Gudang Bulog Bulungan, Rachmawati Zainal Pastikan Stok Beras Aman Lima Bulan ke Depan

Oktavianur menjelaskan, lahan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Malinau untuk pembangunan Gudang Bulog memiliki luas sekitar 1,7 hektare.

Nantinya, Gudang Bulog di Malinau memiliki kapasitas penyimpanan hingga 1.000 ton beras untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah di wilayah pedalaman Kaltara.

"Lahan yang dihibahkan sementara sekitar 1,7 hektare. Paling tidak Desember nanti gudangnya sudah berdiri," ucap Oktavianur.

Menurutnya, pembangunan Gudang Bulog di Malinau menjadi langkah strategis untuk mendekatkan distribusi pangan pemerintah ke wilayah pedalaman.

Pasalnya, selama ini distribusi beras menuju Kabupaten Malinau masih dilakukan dari Gudang Bulog di Tanjung Selor.

Pihaknya menilai kondisi itu kurang efisien, lantaran membutuhkan waktu distribusi cukup lama dan biaya angkut yang tinggi.

Hal ini, kata Oktavianur, akan berdampak pada harga jual beras di Malinau nantinya.

"Selama ini pengiriman dari sini menuju Malinau cukup jauh dan membutuhkan waktu. Ongkos angkut juga memengaruhi harga beras," jelasnya.

Karena itu, keberadaan Gudang Bulog di Malinau diharapkan mampu mempercepat distribusi sekaligus menekan biaya logistik pangan di wilayah tersebut.

Tak hanya untuk distribusi pangan, Gudang Bulog tersebut juga diproyeksikan menjadi pusat antisipasi penanganan kondisi darurat dan bencana alam, khususnya di wilayah Malinau dan Kabupaten Tana Tidung.

Menurut Oktavianur, lokasi Malinau dinilai lebih strategis untuk menjangkau wilayah pedalaman dibanding distribusi langsung dari Bulungan.

"Kalau nanti ada bencana di daerah Tana Tidung atau Malinau, antisipasinya akan lebih cepat karena jaraknya lebih dekat," jelasnya.

Ia menambahkan, Gudang Bulog di Malinau nantinya tetap berada di bawah koordinasi Kantor Cabang Bulungan.

Stok beras dari gudang pusat di Bulungan akan didistribusikan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan cadangan pangan pemerintah di wilayah Malinau dan Tana Tidung.

"Kami siap menjaga stok pangan pemerintah, khususnya di Kalimantan Utara agar tetap aman," tutupnya.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.