Dirujak Gegara Tak Bela Peserta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar, Sang MC Sempat Curhat: yang Penting Saya Perform
Desy Kurniasari May 12, 2026 11:34 PM

Grid.ID - Shindy Lutfiana, sosok MC di acara Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat menuai sorotan. Sebelum viral, Shindy sempat mengunggah pesan soal tidak peduli.

Shindy Lutfiana merupakan sosok master of ceremony (MC) yang viral. Hal tersebut tak lain karena pernyataannya dalam babak final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI 2026 di Provinsi Kalimantan Barat.

Kontroversi bermula pada Sabtu (9/5/2026) saat dewan juri menyalahkan jawaban dari Regu C (SMAN 1 Pontianak). Akan tetapi justru membenarkan jawaban yang sama persis ketika dilempar ke Regu B.

Sementara itu, saat peserta Regu C melayangkan protes, Shindy Lutfiana selaku MC tidak menengahi pun tidak membela peserta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat.

Melansir Tribunnewsbogor.com, alih-alih mendukung peserta yang sedang mempertahankan argumennya, Shindy malah menuding siswi SMA itu bermain perasaan. Kontroversi bermula dari pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden. Namun, dewan juri memberikan pengurangan nilai karena unsur DPD dinilai tidak terdengar jelas.

Saat pertanyaan yang sama diberikan kepada regu lain dengan jawaban serupa, justru diberikan nilai penuh sehingga memicu protes peserta dan kritik warganet soal objektivitas penilaian. Bahkan saat peserta regu C melayangkan protes, juri malah menyalahkan peserta soal artikulasi.

Juri juga menolak mempertimbangan opsi mendengar pendapat dari pihak lain karena merasa pendengarannya sudah baik.

“Artikulasi itu penting. Dewan juri menilai berdasarkan apa yang terdengar jelas. Kalau tidak terdengar, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai,” ujar Indri Wahyuni saat menanggapi protes peserta.

Dyastasita Widya Budi sebelumnya juga menyatakan jawaban regu C dikurangi karena dewan juri tidak mendengar penyebutan DPD secara jelas. Bahkan MC pun terlihat tidak memihak peserta dan malah tersenyum seolah menertawakan para siswa. Ia meminta para peserta untuk menerima hasil yang diberikan oleh juri.

"Adik-adik mohon diterima keputusan dewan juri, karena dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengarkan jawaban dari adik-adik. Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja. Nanti bisa dilihat mungkin tayangan ulangnya setelah acara selesai," tutur Shindy.

Karena pernyataannya itu, Shindy pun kini ramai dirujak oleh netizen. Ia sampai menonaktifkan komentar di akun media sosial Instagram dan TikTok-nya.

Tak ada permohonan maaf baik dari Shindy maupun para juri. Rupanya Shindy pernah memposting ucapan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda agar tidak terlalu mendengarkan apa kata orang. Lebih baik fokus pada diri sendiri, daripada memperdulikan ucapan mereka.

"Dan jangan terlalu dengar apa kata orang. Fokus ke diri. Pada suka kirim kan kalau orang ayang yang ngomong negatif tentang saya, saya gak peduli. Yang penting saya perform," kata Sherly.

Video itu kemudian digabungkan oleh Shindy dengan memposting video dirinya berkebaya pink.

"Yang penting saya perform," tulis Shindy.

Di sisi lain, dikutip dari Kompas.com, MPR RI menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara atau MC dalam pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat usai muncul polemik penilaian pada babak final lomba tersebut.

Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” tulis pernyataan resmi MPR, dikutip dari akun Instagram @mprgoid, Selasa (12/5/2026).

MPR RI juga menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi dalam perlombaan tersebut.

MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian Dewan Juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat,” demikian bunyi pernyataan itu.

Dalam keterangannya, MPR menegaskan bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda harus menjunjung tinggi sportivitas, objektivitas, keadilan, dan semangat pembelajaran yang konstruktif.

Oleh karena itu, MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan lomba, termasuk aspek penilaian dan mekanisme keberatan peserta.

“MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel,” tulis pernyataan tersebut.

Selain itu, MPR juga menyampaikan apresiasi kepada peserta, guru pendamping, panitia daerah, dan masyarakat yang memberikan perhatian terhadap pelaksanaan LCC Empat Pilar.

Diberitakan sebelumnya, kontroversi terjadi pada final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat akibat kesalahan penilaian oleh dewan juri. Juri menyalahkan jawaban SMAN 1 Pontianak, namun justru membenarkan jawaban SMAN 1 Sambas yang isinya identik.

Meski diprotes karena adanya bukti kesamaan jawaban, juri tetap mempertahankan keputusan awal yang merugikan salah satu peserta. Peristiwa ini akhirnya memicu evaluasi menyeluruh serta permintaan maaf resmi dari pimpinan MPR RI kepada pihak terkait.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.