Renungan Malam 1 Korintus 1:22-23, Salib Kristus Adalah Kemenangan
Alpen Martinus May 13, 2026 12:22 AM

TRIBUMANADO.CO.ID - Membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari akan membuat kita bertumbuh dalam iman.

Pun kita akan mendapat petunjuk untuk menjalani kehidupan.

Berikut renungan harian Kristen berjudul Salib Kristus Adalah Kemenangan.

Baca juga: Renungan Malam 1 Yohanes 4: 7-21, Menghadirkan Terang di Lorong Senat

Bacaan Alkitab dalam 1 Korintus 1:22-23.

Orang Yahudi terkenal dengan ketaatannya kepada hukum Taurat.

Mereka selalu mempercayai sesuatu dari tanda atau bukti yang ditunjukkan. 

Segala sesuatu selalu diukur menurut ukuran mereka sendiri.

Hukum Taurat dianggap sebagai milik mereka sendiri, tidak boleh diketahui atau dilakukan oleh orang lain, di luar Yahudi. 

Sebab bagi mereka, keselamatan hanya milik mereka saja. 

Hanya mereka yang boleh menerima pengampunan dan keselamatan dari Tuhan. 

Hal kerajaan sorga, mereka tidak percayai kalau mereka tidak melihat tanda-tandanya. 

Mereka selalu minta tanda dari sorga tentang eksistensi Yesus. 

Itulah sebabnya, dalam Matius 16:4 Yesus menghardik mereka dan berkata bahwa bagi mereka tidak akan ada tanda selain tanda nabi Yunus. 

Sementara itu, orang Yunani suka mencari hikmat.

Dalam dunia sekuler memang Yunani dikenal sebagai bangsa yang banyak menghasilkan  para filsuf atau ahli filsafat.

Terutama di ibukotanya, Athena, sebagai pusat peradaban ilmu pengetahuan di seluruh dunia, di zaman mula-mula. 

Mereka tekun dan rajin belajar untuk memperlengkapi, menambah wawasan, pengetahuan secara khusus dalam ilmu filsafat.

Sehingga, mereka selalu berorientasi pada rasio dan logika. 

Segala sesuatu diukur dengan cara pandang mereka, yakni menurut akal dan kepikiran mereka.

Sehingga ajaran tentang Kristus mereka tolak, karena tidak sesuai dengan cara pandang mereka. 

Sedangkan orang -orang keturunan dan aliran Yunani, tidak bisa menerima Yesus karena dalam pikiran mereka, tidak mungkin orang yang sudah mati, hidup kembali. 

Dan tidak mungkin Tuhan menjadi manusia. Kedua aliran ini menolak keras pengajaran tentang Salib Kristus. 

Mereka menganggap itu sebagai kebodohan.

Sedangkan orang Yunani menyebut hal itu sebagai suatu kebodohan atau sia-sia. 

Sebab tidak mungkin orang yang sudah mati hidup lagi dan memiliki kuasa. 

Bahkan mereka mempengaruhi jemaat yang sudah percaya untuk meninggalkan pengajaran tentang Yesus. 

Inilah yang menekan kehidupan umat.

Paulus pun membantah semua pemahaman sesat itu. 

Bagi Paulus, pengajaran tentang Salib adalah suatu kemenangan dan keuntungan besar.

Karena dalam Kristus ada kebenaran dan kehidupan. Yesus telah disalib dan mati. 

Tetapi justeru Dia telah menguburkan dosa kita dan memberi kemenangan bagi kita oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Sehingga kita beroleh hidup yang kekal.

Sehingga apa yang disebut manusia bodoh, justeru itulah yang dicari manusia. Yakni kehidupan kekal yang aman dan damai, dalam kekekalan. 

Sedangkan orang yang menolak Yesus atau hidup di luar Yesus, akan dibinasakan.

Mereka tidak akan beroleh hidup damai kekal dan keselamatan abadi.

Sebab sesuai dengan kedegilan hati mereka dan perbuatan mereka yang jahat, mereka akan menerima penghukumannya. 

Karena Kristus akan menjadi hakim yang adil bagi mereka bahkan bagi semua orang. 

Sehingga siapapun yang menolak Yesus pasti dihukum binasa, tapi yang percaya dan mengikuti jalan-Nya, pasti menuai keselamatan dan kebahagiaan kekal. 

Demikian firman Tuhan hari ini. 

Sahabat Kristus, percayalah pada Salib Kristus, karena itu mengandung kemenangan hidup hingga dalam kekekalan.

 Dia menjamin hidup kita.

Siapa yang meninggalkan Yesus, meninggalkan keselamatan dan sedang menuju kebodohan. 

Upahnya adalah kebinasaan.

Karena itu, jangan mudah tersesat oleh pengajaran sesat. 

Karena mereka sedang menuju kesesatan dan kebinasaan. 

Tetapi ikutlah Tuhan dan lakukan pengajaran dan segala kehendak-Nya, niscaya hidup kita berkemenangan dalam segala hal dan bahagia kekal. Amin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.