Misteri Tenggelamnya Kapal Rusia Ursa Major di Lepas Pantai Spanyol: Diduga Bawa Komponen Nuklir
Hasiolan Eko P Gultom May 12, 2026 11:38 PM

Misteri Tenggelamnya Kapal Rusia Ursa Major di Lepas Pantai Spanyol: Diduga Bawa Komponen Nuklir

 

TRIBUNNEWS.COM - Kapal kargo Rusia Ursa Major kembali menjadi sorotan internasional setelah investigasi terbaru mengungkap dugaan kalau kapal tersebut membawa komponen reaktor nuklir sebelum tenggelam di lepas pantai Spanyol.

Kapal yang masuk daftar sanksi Amerika Serikat itu tenggelam sekitar 60 mil dari pantai Spanyol setelah mengalami tiga ledakan di sisi kanan kapal (starboard side).

Insiden tersebut terjadi pada Desember 2024, namun detail di balik tenggelamnya kapal selama ini masih dipenuhi misteri.

Baca juga: Perang Amerika-Israel Vs Iran, Pemenangnya Adalah Rusia, Berikut Ini Alasannya

Laporan investigasi dari Spanyol dan CNN menyebut Ursa Major kemungkinan sedang membawa dua reaktor nuklir menuju Vladivostok, Rusia.

Sejumlah pihak menduga pengiriman itu berkaitan dengan peningkatan teknologi nuklir untuk Korea Utara.

Awalnya, kapten kapal menyatakan muatan kapal hanya berupa penutup lubang got dan kontainer kosong.

Namun belakangan, perusahaan pemilik kapal, Oboronlogistics yang terhubung dengan negara Rusia, mengakui kapal tersebut memiliki izin mengangkut material nuklir.

Perusahaan itu juga menyebut insiden tersebut sebagai “serangan teroris yang ditargetkan”, dengan alasan ditemukan lubang sekitar 50 sentimeter pada lambung kapal dengan logam yang melengkung ke arah dalam.

Menurut laporan investigasi Spanyol, kapal kemungkinan ditenggelamkan menggunakan torpedo.

Sebelum tenggelam, Ursa Major dikawal dua kapal militer Rusia, yakni Ivan Gren dan Aleksandr Otrakovsky.

Kronologis Tenggelamnya Ursa Major

Kapal pertama kali mengirim sinyal darurat pada 23 Desember pukul 11.53 UTC setelah melaporkan tiga ledakan di dekat ruang mesin yang membuat kapal kehilangan tenaga dan tidak dapat bergerak.

Tim penyelamat maritim Spanyol kemudian bergerak ke lokasi dan berhasil menyelamatkan 14 awak kapal, sementara dua lainnya dinyatakan hilang dan diduga tewas.

Kapal pengawal Rusia sempat meminta otoritas Spanyol menjaga jarak dua mil laut dari lokasi kejadian.

Namun tim penyelamat Spanyol tetap melakukan pemeriksaan dan saat itu menilai kapal belum berada dalam kondisi akan segera tenggelam.

Situasi berubah beberapa jam kemudian.

Pada pukul 21.50 waktu setempat, kapal pengawal Ivan Gren menembakkan suar merah dan empat ledakan tambahan tercatat, termasuk melalui sinyal seismik di wilayah tersebut.

Sekitar pukul 23.10, Ursa Major akhirnya dinyatakan tenggelam.

Peristiwa itu memicu perhatian internasional, terutama setelah kapal intelijen Rusia Yantar datang ke lokasi tenggelamnya kapal.

Selain itu, pesawat pengintai Amerika Serikat WC-135R “sniffer” dilaporkan beberapa kali terbang di area tersebut untuk memantau kemungkinan kebocoran radiasi.

Hingga kini belum ada bukti adanya kebocoran radiasi dari lokasi tenggelamnya kapal.

Namun misteri muatan Ursa Major dan penyebab pasti ledakan masih terus menjadi perhatian berbagai negara.


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.