TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Pemkab Berau pastikan prioritas pembangunan tetap berjalan di tengah pemangkasan Bankeu dari Pemprov Kalimantan Timur.
Rencana pemangkasan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemprov Kaltim tidak akan menghentikan prioritas pembangunan di Berau.
Hal ini dikatakan oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih kepada TribunKaltim.co pada Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah tetap akan fokus pada beberapa program strategis. Terutama pada pembangunan rumah sakit dan pengembangan sektor pariwisata.
Baca juga: Meningkatkan Sektor Pariwisata, Disbudpar Berau Akan Siapkan Toilet dengan Standar Internasional
Prioritas pembangunan untuk kami saat ini yang pertama rumah sakit.
"Saat ini sedang berproses dan didampingi oleh TBUPP, termasuk tenaga ahli dari gubernur,” ucapnya.
Selain sektor kesehatan, Pemkab Berau juga fokus pada untuk melakukan transisi ekonomi melalui potensi Sumber Daya Alam (SDA), salah satunya sektor pariwisata.
Bupati Berau, Sri Juniarsih mengungkapkan, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Kalimantan Timur agar percepatan pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata, khususnya akses jalan menuju destinasi wisata, dapat segera direalisasikan.
“Kami sedang memaksimalkan fasilitas-fasilitas pariwisata agar lebih memudahkan masyarakat berkunjung,” katanya.
Diketahui kunjungan wisatawan ke Berau dalam lima tahun terakhir mencapai sekitar 92 ribu kunjungan.
Angka tersebut dinilai menjadi bukti bahwa sektor pariwisata Berau memiliki prospek besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat maupun daerah.
Baca juga: Soroti Polemik Pengembalian Fasilitas Pemprov Kaltim, Dosen Nilai Bukan Solusi Hukum yang Tepat
“Artinya ini sangat potensial sekali untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Meski ada rencana pengurangan bankeu provinsi, Bupati Berau optimistis komunikasi yang baik dengan Pemprov Kaltim tetap membuka peluang adanya dukungan anggaran bagi Berau.
“Ketika Bankeu memang dikurangi, tidak menutup kemungkinan kami tetap mendapatkan bantuan, selama komunikasi dengan gubernur berjalan baik walaupun besarannya tidak sama,” tuturnya.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur penunjang wisata di Berau bukan hanya menjadi kepentingan daerah semata, melainkan juga kepentingan Provinsi Kalimantan Timur hingga nasional.
Pariwisata ini bukan hanya punya Berau, tapi juga punya Kalimantan Timur dan Indonesia.
"Jadi bukan kami mengutamakan Berau saja, tetapi juga kepentingan provinsi,” pungkasnya. (*)