Mobil MBG Seruduk Lapak PKL, Pedagang Tahu Tewas Usai Sempat Koma
Kiki Novilia May 13, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bekasi - Satu unit mobil dapur pengangkut program Makan Bergizi Gratis (MBG) bernomor polisi B 9007 TXZ seruduk lapak pedagang kaki lima. 

Inisiden kecelakaan ini terjadi di Jalan Pulau Kalimantan Raya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Selasa (12/5/2026).

Berdasarkan keterangan saksi mata sekaligus tukang parkir minimarket di lokasi, Rudi, mobil melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak lapak milik Sanoeri (41)

Setelah itu, mobil kembali menabrak lapak pedagang ayam goreng milik NA (33)

“Mobil kenceng banget dari arah sana (Jalan Nusantara). Iya, kenceng banget,” kata Rudi, dikutip dari TribunBekasi, Selasa.

Baca juga: Baru 60 Persen Dapur SPPG MBG di Bandar Lampung Memiliki SLHS

Usai kejadian, kedua korban langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani mengatakan, dugaan sementara kecelakaan terjadi karena sopir mobil MBG kaget melihat sepeda motor melintas.

Sopir berinisial WS (57) disebut membanting setir ke arah kiri hingga menabrak dua pedagang beserta gerobaknya.

“Pengemudi kaget karena melihat ada pengendara sepeda motor melintas di depan mobil, sehingga pengemudi kemudian membanting kemudi setir ke kiri dan membentur dua orang pedagang beserta gerobak,” ujar Ojo.

Polisi menyebut terdapat tiga korban dalam peristiwa tersebut, yakni dua pedagang dan satu kenek mobil berinisial PDW (53).

Kasus kecelakaan itu kini masih dalam penyelidikan Unit Laka Polres Metro Bekasi Kota.

Korban Tewas

Korban tewas diketahui bernama Sanoeri (41), pedagang tahu crispy dan otak-otak yang menjadi korban tabrakan mobil dapur MBG 

Warga yang akrab disapa Owi itu tinggal di Jalan Aren Jaya III Nomor 102 RT 07 RW 02, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

“Meninggal tadi sekira pukul 14.25 WIB di Rumah Sakit (RS) Siloam Sentosa Bekasi Timur,” kata tetangga korban, Fahrul, Selasa (12/5/2026).

Fahrul mengatakan, jenazah korban telah dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans.

Sanoeri meninggalkan seorang istri dan satu anak yang masih berusia balita. 

“Mobil ambulans sudah di rumah duka juga, jenazah juga sudah,” jelasnya.

Sebelumnya, kakak korban bernama Sunendar (51) menyebut Sanoeri sempat menjalani perawatan intensif di RS Siloam Sentosa Bekasi Timur.

Korban saat itu belum sadarkan diri akibat luka berat di bagian kepala.

“Korban saat ini masih belum sadar. Tadi dokter sudah bicara sama saya, kondisinya memang masih belum sadar, istilahnya koma, saya cuma minta doanya saja,” kata Sunendar.

Sunendar menjelaskan, adiknya mengalami luka cukup parah terutama pada bagian kepala.

Pihak rumah sakit pun terus melakukan penanganan medis sebelum akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.