BANGKAPOS.COM - Berikut ini kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 107 dan 142 Kurikulum Merdeka
Kunci jawaban berikut ini hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
Sebelum melihat kunci jawaban, sebaiknya siswa sudah mengerjakan sendiri soal-soal tersebut.
Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum Merdeka halaman 142 disediakan sebagai bahan referensi sekaligus panduan belajar bagi siswa.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 63-64 Kurikulum Merdeka
Tujuannya untuk membantu siswa memahami materi yang sedang dipelajari.
Dengan adanya kunci jawaban ini, siswa dapat membandingkan hasil pekerjaan mereka dengan jawaban yang benar sehingga lebih mudah menemukan kesalahan dan memperbaikinya.
Sebelum melihat kunci jawaban, sangat dianjurkan agar siswa terlebih dahulu berusaha mengerjakan soal secara mandiri.
Pada buku Bahasa Indonesia Kelas 9 halaman 142 Kurikulum Merdeka yang ditulis oleh Yeti Islamawati, Maman dan diterbitkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2021, terdapat latihan yang berkaitan dengan materi Bab 4, yaitu Meneladani Pesan Moral dalam Legenda.
Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 142
Setelah kalian menyimak legenda tersebut, identifikasilah unsur tokoh dan latar yang terdapat di dalamnya.
Gunakan tabel berikut untuk memudahkan pekerjaan kalian.
Jawaban:
Unsur Tokoh
Raja Sadik
Watak: Bijaksana, peduli rakyat, rendah hati
Bukti: “Raja Sadik memimpin bersama istrinya, Ratu Gumira. Mereka sangat dicintai rakyat karena kebijaksanaan dan kebaikan hatinya.”
Ratu Gumira
Watak: Penyayang, menenangkan, mendukung
Bukti: “Ratu Gumira menenangkannya seraya menyampaikan bahwa itu hanya mimpi semata.”
Pangeran Aditya
Watak: Putra raja, simbol harapan
Bukti: “Ratu Gumira melahirkan seorang putra tampan yang diberi nama Pangeran Aditya.”
Kepala Desa Buku Bandera
Watak: Taat janji, religius, setia
Bukti: “Kepala desa menolak karena terikat janji kepada mendiang Raja Aswad untuk tetap menjaga dan tinggal di Desa Buku Bandera apa pun yang terjadi.”
Zainal
Watak: Cerdas, kritis, penuh inisiatif
Bukti: “Zainal kemudian menyarankan agar sang ayah menghadap Raja Sadik untuk meminta pertolongan.”
Kakek Misterius
Watak: Bijak, pemberi petunjuk
Bukti: “Seorang kakek misterius memperingatkannya bahwa kerajaan akan tertimpa bencana akibat kesombongan rakyatnya.”
Unsur Latar
Kerajaan Ternate
Tempat: Pusat pemerintahan Raja Sadik
Bukti: “Di sebuah Kerajaan Ternate yang aman dan makmur…”
Desa Buku Bandera
Tempat: Desa subur tanpa sungai atau danau
Bukti: “Di bagian utara kerajaan, terdapat Desa Buku Bandera…”
Bukit dengan batu besar
Tempat: Lokasi munculnya mata air ajaib
Bukti: “Dalam mimpi itu, sang kakek memberikan petunjuk agar Raja menancapkan sebatang bambu di dekat sebuah batu besar di bukit…”
Musim kemarau panjang
Waktu: Masa penderitaan rakyat
Bukti: “Namun, musim kemarau panjang datang. Hujan tidak turun, tanaman mati, dan rakyat kehabisan air.”
Pagi sebelum matahari terbit
Waktu: Saat Raja Sadik berdoa dan menancapkan bambu
Bukti: “Ia berdoa dengan khusyuk, lalu menancapkan sebatang bambu sesuai petunjuk sebelum matahari terbit.”
Suasana doa bersama
Suasana: Khusyuk, penuh harapan
Bukti: “Semua warga, tua dan muda, larut dalam khusyuknya doa, memohon agar Tuhan Yang Maha Esa menurunkan hujan…”
Pada kunci jawaban Bahasa Indonesia ini hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
Disarankan supaya sebelum melihat kunci jawaban, sebaiknya siswa sudah mengerjakan sendiri soal-soal tersebut.
Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum Merdeka halaman 107 disediakan sebagai bahan referensi sekaligus panduan belajar bagi siswa.
Tujuannya untuk membantu siswa memahami materi yang sedang dipelajari.
Dengan adanya kunci jawaban ini, siswa dapat membandingkan hasil pekerjaan mereka dengan jawaban yang benar sehingga lebih mudah menemukan kesalahan dan memperbaikinya.
Sebelum melihat kunci jawaban, sangat dianjurkan agar siswa terlebih dahulu berusaha mengerjakan soal secara mandiri.
Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 107
Setelah membaca teks di atas, jawablah beberapa pertanyaan berikut!
Jawaban:
Ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat umum, bukan bahasa teknis akademik.
Mengangkat hasil penelitian (Muniroh, dkk. 2025) tetapi disajikan dengan gaya naratif populer.
Fokus pada penyampaian informasi yang menghubungkan aspek budaya, gizi, dan kesehatan masyarakat.
Jawaban:
Pokok-pokok informasi yang terkandung antara lain:
Tradisi Suku Tengger: Upacara adat seperti Yadnya Kasada, Karo, Unan-Unan, Pujan Mubeng, dan Entas-Entas.
Jenis makanan utama: Jadah, pasung, pepes, jenang merah dan putih.
Nilai gizi: Karbohidrat kompleks, protein dari lauk (ayam, ikan lele), vitamin dan mineral dari buah dan sayuran lokal.
Makna simbolis: Pepes melambangkan kesopanan, ongkek bundar melambangkan siklus kehidupan, ayam mentah/kepala kerbau sebagai simbol pengorbanan.
Kearifan lokal: Menggunakan bahan dari kebun sendiri, menjaga tradisi meski ada wisatawan.
Pesan penelitian: Pentingnya pendekatan lintas ilmu (antropologi, gizi, kesehatan masyarakat).
Jawaban:
Makanan tradisional bukan sekadar pemenuhan jasmani, tetapi juga memiliki makna spiritual, sosial, dan budaya.
Pentingnya pelestarian budaya di tengah arus modernisasi dan globalisasi.
Dorongan untuk pendekatan lintas ilmu agar tradisi makanan dapat dipahami secara menyeluruh dari sisi gizi, kesehatan, dan antropologi.
Ajakan untuk menghargai kearifan lokal sebagai bentuk syukur dan keberlanjutan lingkungan.
*) Disclaimer:
Kunci jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
Sebelum melihat kunci jawaban, sebaiknya siswa sudah mengerjakan sendiri soal-soal tersebut.
(Tribunnews.com/Mohay/Bangkapos.com)