Nasib Shindy Lutfiana, MC Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Karier Hancur usai Putus Kontrak Kerja
Evan Saputra May 13, 2026 11:03 AM

 

BANGKAPOS.COM -- Shindy Lutfiana, Master of Ceremony (MC) alias pembawa acara dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI beberapa waktu diputus kontra kerjanya.

Hal ini merupakan buntut panjang dari perkataannya yang kontroversi dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI.

Shindy Lutfiana dinilai merugikan peserta lomba lantaran menuding jawaban Ocha (anggota Regu C) salah, bukan dewan juri.

Padahal Ocha telah memberi jawaban yang benar, bahkan sama dengan jawaban dari regu lain yang jawabannya dibenarkan.

Ia menyebut juri sudah pasti berkompeten dan jeli.

"Baik adik-adik, mohon diterima keputusan dewan juri. Karena tentunya dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengarkan jawaban dari adik-adik," ujar Shindy.

Baca juga: Sosok Josepha Alexandra Peserta LCC MPR RI Dicurangi Juri, Jawabannya Disalahkan Dyastasita Budi

"Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja, nanti mungkin bisa dilihat tayangan ulangnya setelah acara selesai," kata Shindy.

Potongan video kejadian tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.

Dampak dari polemik itu pun mulai dirasakan oleh Shindy.

Salah satu rekan kerja yang sebelumnya menggunakan jasanya sebagai MC, yakni Evicatering, memutuskan untuk mengakhiri kerja sama mereka.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Evicatering menyampaikan penghentian kerja sama dengan Shindy berlaku mulai 12 Mei 2026.

Dalam pernyataannya, pihak perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi.

"Terimakasih banyak atas masukannya kakak Kakak Semua , Alhamdulillah Owner Kami langsung bertindak tegas untuk memutus hubungan kerja dengan MC tersebut," tulis pihak Evicatering dalam keterangan unggahan mereka.

Minta Maaf

Shindy Lutfiana akhirnya buka suara usai viral polemik penilaian peserta dari SMAN 1 Pontianak.

Shindy menjadi sorotan publik setelah ucapannya saat merespons protes peserta dianggap tidak netral dan kurang berempati.

Dalam video yang viral di media sosial, Shindy sempat mengatakan keberatan peserta kemungkinan hanya “perasaan” mereka saja.

Kini, melalui akun Instagram pribadinya, Shindy Lutfiana menyampaikan permohonan maaf kepada publik.

"Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu: "mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja" yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut," katanya dikutip dari akun Instagram pribadinya, @shindy_mcwedding, Selasa (12/5/2026).

"Atas kejadian tersebut, dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya memohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa kecewa, tersakiti, maupun terdampak oleh ucapan-ucapan saya," sambungnya.

Shindy pun berjanji akan lebih baik ke depannya ketika membawakan suatu acara.

"Besar harapan saya, permohonan maaf saya ini dapat diterima, dan saya berkomitmen untuk menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi terhadap diri saya, agar dapat bersikap lebih baik dan bijak ke depannya," pungkasnya.

MPR Nonaktifkan Juri dan Pembawa Acara

MPR telah memutuskan untuk menonaktifkan juri serta pembawa acara dari LCC Empat Pilar buntut polemik ini.

Baca juga: Bursok Anthony Dicopot dari Jabatan, Protes Gajinya Turun jadi Rp 8 Juta, Dulu Desak Prabowo Mundur

Juri yang dimaksud yakni Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI, Indri Wahyuni, serta Kepala Biro Pengajian Konstitusi Setjen MPR RI, Dyastasita Widya Budi.

Sementara, pembawa acara yang dinonaktifkan yakni Shindy Luthfiana dan Said Akmal.

Selain itu, MPR juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait penyelenggaraan perlombaan tersebut.

"MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel," sambungnya.

Kronologi Singkat

Polemik ini berawal ketika peserta dari SMAN 1 Pontianak memprotes keputusan dewan juri yang menyebut jawabannya salah terkait pertanyaan yang menyangkut mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Protes tersebut disampaikan setelah jawaban sama persis yang disampaikan oleh tim dari SMAN 1 Sambas justru dinyatakan benar.

"Mohon maaf, jawaban yang kami sampaikan sama," kata peserta tersebut.

Lalu, salah satu juri yakni Dyastasita, membantah jawaban dari peserta SMAN 1 Pontianak sama dengan SMAN 1 Sambas.

Perbedaan yang dimaksud tentang tidak adanya penyebutan DPD dalam pertimbangan pemilihan anggota BPK.

Namun, peserta SMAN 1 Pontianak meyakini telah menjawab sama seperti yang disampaikan oleh peserta dari SMAN 1 Sambas.

"Tadi disebutkan regu C (SMAN 1 Pontianak) itu (jawabnya) pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi (jawabnya)," kata Dyastasita.

"Ada (jawaban pertimbangan DPD). Tadi saya jawabnya seperti ini anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," jawab peserta.

Hanya saja, Dyastasita tetap tidak yakin peserta dari SMAN 1 Pontianak menjawab seperti yang disampaikan tersebut.

Lalu, peserta ingin meminta pandangan lain seperti dari penonton untuk mengkonfirmasi terkait jawabannya.

Kemudian, Dyastasita menegaskan keputusan dewan juri adalah mutlak.

Lalu, pembawa acara juga meminta agar peserta menerima keputusan dari juri.

Jika masih ingin melakukan protes, pembawa acara meminta agar peserta mengecek tayangan ulangnya.

"Mohon diterima adik-adik terkait keputusan dewan juri karena tentunya dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengarkan jawaban dari adik-adik. Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja," kata Shindy.

"Nanti mungkin bisa dilihat tayangan ulangnya setelah acara selesai," imbuhnya.

Selanjutnya, ada juri lain, yakni Kepala Badan Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI, Indri Wahyuni, yang menganggap artikulasi peserta SMAN 1 Pontianak tidak jelas saat menjawab pertanyaan.

Dia menilai hal tersebut menjadi penyebab jawaban peserta dianggap salah oleh dewan juri.

"Kan sudah diperingatkan sejak awal. Artikulasi itu penting. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Dewan juri kalau menurut kalian sudah (terdengar) tetapi dewan juri menilai kalian tidak (benar) karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas ya artinya dewan juri berhak memberikan (pengurangan) nilai -5," katanya.

Di sisi lain, peserta dari SMAN 1 Sambas dinyatakan sebagai juara dalam kompetisi ini dan berhak mewakili Provinsi Kalbar di tingkat nasional.

Sosok Shindy Luthfiana

Shindy Luthfiana adalah seorang pembawa acara (MC).

Belum ada informasi resmi data diri pribadi Shindy.

Namun, dari beberapa foto yang beredar, ia sudah sering dipercaya menjadi pemandu acara.

Bukan cuma acara pemerintahan, tapi juga swasta.

Shindy Luthfiana sempat memiliki akun media sosial Instagram.

Akun medsos tersebut yakni @shindy_lutfiana.mc, dan @shindy_mc_wedding.

Namun, sejak kasus cerdas cermat ini mencuat, kedua akun tersebut raib.

Netizen menduga bahwa Shindy Luthfiana telah 'kena mental' lantaran langsung ikut diserang warganet.

Tribun-medan.com sempat menelusuri jejak digital Shindy Luthfiana.

Namun yang tersisa hanyalah Facebook miliknya.

Di laman LinkedIn, ada nama serupa.

Namun belum dapat dipastikan apakah itu orang yang sama atau bukan.

Disebutkan di laman LinkedIn tersebut, Shindy Luthfiana yang sempat memiliki halaman itu pernah berkuliah di Universitas Muhammadiyah Tangerang.

(Bangkapos.com/TribunJatim.com/Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.