BREAKING NEWS- Ratusan Sopir Truk Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Kalsel, Keluhkan Sulit Dapat Solar
Irfani Rahman May 13, 2026 11:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Ratusan sopir truk menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Kota Banjarbaru, Rabu (13/5/2026).

Aksi mereka dilandasi oleh permasalahan dan keluhan terkait pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di SPBU. 

Pantauan Bpost, saat aksi berlangsung, ratusan mobil truk milik massa aksi terparkir diarea Gubernuran Kalsel. Mereka juga menbentangkan sejumlah spandak sindirian dan aspirasi.

Tidak hanya dari Banjarbaru, sopir yang ikut aksi demo juga banyak dari berbagai daerah lain di Kalsel. 

Bahkan, sejumlah sopir truk seperti dari Hulu Sungai Selatan (HSS) dan daerah lain telah berangkat dari daerahnya sejak subuh menuju Kantor Gubernur di Banjarbaru.

Baca juga: Sulit Mendapatkan Solar, Rombongan Perwakilan Sopir Truk Kandangan HSS Ikut Aksi Damai di Banjarbaru

Baca juga: Pasutri Korban Kecelakaan di Ambungan Tanahlaut Dikebumikan di Pelaihari, Pedagang Bakso Sungaijelai

Salah seorang sopir truk, Acuy, mengaku tergerak untuk turun ikut demo karena selama ini merasa kesulitan mendapatkan BBM jenis solar di SPBU.

Untuk mendapatkan harga normal di SPBU, sopir asal Lianganggang ini mengaku harus mengantre selama satu hari satu malam.

“Ke SPBU, kan kita angkut pasir, mau tidak mau kita harus beli minyak “ ujarnya.

Acuy juga menyebut pembelian solar di SPBU dibatasi jumlahnya, tergantung jenis kendaraan, angkutan barang atau pribadi.

“Dibatasi. Kalau yang plat hitam 60 liter, kalau yang plat kuning 80 liter. Harganya kalau di SPBU tetap normal, biasa saja,” akunya.

Melalui aksi ini, ia dan sopir truk lain berharap permasasalah BBM Subsidi di Kalsel bisa teratasi. 

Selain itu, juga berharap tidak ada parkir atau pungutan liar dari preman-preman yang mengharuskan bagi sopir truk yang mengantri untuk membeli BBM di SPBU.

““Harapannya supaya lancar saja masuk di SPBU mana saja. Tapi sekarang ini kadang ada biaya tambahan sampai Rp250 ribu atau Rp300 Ribu,” katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.