TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga minyak goreng premium di pasar tradisional di Kabupaten Batang Hari mengalami kenaikan signifikan.
Meski demikian, Disdagkop UKM Batang Hari memastikan pasokan tetap aman hingga lebaran Iduladha.
Pejabat Fungsional Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Batang Hari, Nike Dwitia Arza mengatakan, kenaikan terjadi pada minyak goreng premium seperti merek Bimoli dan Greenco.
"Harga minyak kita masih tetap sesuai HET Rp15.700. Namun untuk minyak premium seperti Bimoli dan Greenco memang mengalami kenaikan," katanya, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya harga minyak premium masih berada di harga Rp19.000 hingga Rp20.000 per liter. Namun saat ini harga di pasaran telah menembus Rp25.000 per liter.
"Sekarang sudah mencapai Rp25 ribu per liter. Di pasar atau toko tradisional ada juga yang menjual Rp24 ribu, jadi memang bervariasi," jelasnya.
Menurutnya, kenaikan harga tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kenaikan harga bahan baku kemasan plastik hingga harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar global.
Ia menyebut, fluktuasi harga komoditas internasional turut berdampak terhadap harga minyak goreng premium di tingkat daerah.
"Kalau kita lihat, kemungkinan dipengaruhi harga bahan baku plastik dan harga minyak sawit mentah yang mengikuti harga global," tambahnya.
Meski terjadi kenaikan pada minyak premium, Disdagkop UKM Batang Hari memastikan ketersediaan minyak goreng di pasaran masih aman menjelang Idul Adha.
"Untuk stok aman dan barang tersedia di pasaran," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Baca juga: Pemkab Batang Hari Salurkan Bantuan Pangan 1.994 KPM, Perdana di Pemayung