TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola mengingatkan Crystal Palace untuk tetap bermain profesional saat menghadapi Arsenal pada pekan terakhir Liga Inggris 2025/2026.
Pernyataan Guardiola muncul di tengah spekulasi bahwa Crystal Palace kemungkinan akan melakukan rotasi pemain saat melawan Arsenal demi fokus menghadapi final Liga Konferensi Eropa musim ini.
Pertandingan Crystal Palace kontra Arsenal sendiri dijadwalkan berlangsung di Selhurst Park pada 24 Mei 2026, hanya empat hari sebelum Palace menghadapi Rayo Vallecano pada final UEFA Conference League (28/5).
Situasi tersebut memunculkan dugaan bahwa pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner bisa saja mengistirahatkan sejumlah pemain inti demi menjaga kondisi tim jelang salah satu laga terbesar dalam sejarah klub.
Kondisi itu tentu menjadi perhatian Manchester City yang masih bersaing ketat dengan Arsenal dalam perebutan gelar Liga Inggris musim ini.
Saat ini Manchester City berada di posisi kedua klasemen sementara dengan selisih lima poin dari Arsenal, namun The Citizens masih memiliki satu pertandingan tunda.
Menariknya, laga tunda Manchester City tersebut justru akan mempertemukan mereka dengan Crystal Palace pada Kamis (14/5/2026) pukul 02.00 WIB.
Untuk menjaga peluang juara tetap hidup, Manchester City hampir dipastikan membutuhkan Arsenal kehilangan poin pada salah satu pertandingan tersisa mereka, termasuk saat menghadapi Crystal Palace di pekan pamungkas.
Apalagi Arsenal diprediksi menjadi favorit kuat untuk memenangkan pertandingan lainnya melawan Burnley yang sudah dipastikan terdegradasi.
Baca juga: Awas Manchester City, Crystal Palace Bisa Bantu Arsenal Juara Demi Bonus Ratusan Miliar
Menanggapi situasi tersebut, Pep Guardiola menegaskan keyakinannya bahwa Crystal Palace tetap akan bermain serius dan profesional melawan siapa pun lawannya.
“Mereka (Crystal Palace) tentunya sangat profesional. Crystal Palace akan bermain maksimal melawan kami,” ujar Guardiola, dikutip dari ESPN.
Pelatih asal Spanyol itu kemudian mencontohkan bagaimana sejumlah tim tetap tampil kompetitif meski sudah tidak memiliki target besar di klasemen.
“Kita melihat Leeds kemarin melawan Spurs, bahkan setelah keluar dari zona degradasi dan bertahan di Liga Premier lagi, bagaimana mereka bersaing.”
“Kami pernah bermain melawan Aston Villa atau West Ham di masa lalu ketika mereka tidak punya apa-apa lagi untuk diperjuangkan, tetapi tetap sangat sulit dilawan. Jadi saya cukup yakin Crystal Palace akan melakukan yang terbaik,” lanjut Guardiola.
Di sisi lain, Oliver Glasner menegaskan bahwa dirinya hanya akan mengambil keputusan terbaik untuk kepentingan Crystal Palace, bukan membantu Arsenal maupun Manchester City.
Mantan pelatih Eintracht Frankfurt itu bahkan menyebut kritik terkait kemungkinan rotasi pemain melawan Arsenal sebagai sesuatu yang “omong kosong”.
“Saya tidak bertanggung jawab atas Arsenal, saya tidak bertanggung jawab atas Manchester City. Saya bertanggung jawab atas Crystal Palace,” tegas Glasner.
“Saya dibayar untuk melakukan hal-hal terbaik bagi Crystal Palace, bukan untuk City dan bukan untuk Arsenal.”
Meski demikian, Glasner juga belum memastikan apakah dirinya benar-benar akan menurunkan tim lapis kedua saat menghadapi Arsenal.
Ia mengakui semua keputusan nantinya akan mempertimbangkan kondisi pemain jelang final Conference League.
“Saya belum tahu apa yang akan kami lakukan. Mungkin kami akan bermain dengan susunan pemain yang sama seperti saat melawan Vallecano,” kata pelatih Crystal Palace itu.
Glasner juga menilai perebutan gelar juara pada akhirnya merupakan hasil dari konsistensi sepanjang musim, bukan hanya ditentukan satu pertandingan terakhir.
“Mungkin terasa seperti gelar liga ditentukan di hari terakhir. Tapi pada akhirnya, ini adalah hasil dari 38 pertandingan dan semua orang mendapatkan apa yang pantas mereka dapatkan,” pungkasnya.
(Tribunnews.com/Ali)