Profil Zlatko Dalic Pelatih Timnas Kroasia, Peramu Kejayaan Vatreni di Panggung Piala Dunia
Drajat Sugiri May 13, 2026 03:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Sosok Zlatko Dalic menjadi satu di antara banyak nama yang menarik disorot dalam perhelatan Piala Dunia 2026.

Pelatih berusia 57 tahun itu memimpin Kroasia di Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun pada edisi 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Nama Zlatko Dalic sudah menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola Timnas Kroasia.

Dalic bukan sekadar pelatih biasa bagi Kroasia. Ia adalah sosok yang mengubah negara kecil di Balkan itu menjadi salah satu kekuatan paling konsisten di sepak bola internasional.

Di bawah kepemimpinannya, Kroasia berhasil mencapai final Piala Dunia 2018 dan finis peringkat ketiga pada Piala Dunia 2022. 

Capaian tersebut membuat Dalic dianggap sebagai pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola Kroasia.

Menariknya, perjalanan Dalic menuju level tertinggi tidak dimulai dengan gemerlap seperti melatih tim-tim di Eropa.

Ia justru membangun karier dari bawah, bahkan sempat harus merantau ke Timur Tengah demi mendapatkan kesempatan besar sebagai pelatih.

Baca juga: Profil Gustavo Alfaro di Piala Dunia 2026 - Bukan Pelatih Biasa, Selada Kebahagiaan Publik Paraguay

Awal Karier dan Perjalanan Sebagai Pemain

Zlatko Dalic lahir pada 26 Oktober 1966 di Livno, wilayah yang kini masuk Bosnia dan Herzegovina. 

Sebelum menjadi pelatih, ia lebih dulu menjalani karier sebagai pemain sepak bola sejak 1983 hingga 2000 dengan posisi gelandang bertahan.

Meski tidak pernah menjadi pemain bintang dunia, pengalaman panjangnya di lapangan membentuk karakter Dalic sebagai sosok pekerja keras dan disiplin.

Setelah pensiun, Dalic memulai karier kepelatihan di klub Kroasia, Varteks. Ia sempat menjadi asisten pelatih sekaligus direktur olahraga sebelum dipercaya menjadi pelatih kepala pada 2005.

Di musim pertamanya, Dalic langsung membawa Varteks finis di posisi ketiga liga Kroasia dan mencapai final Piala Kroasia. Dari situlah namanya mulai dikenal.

Kariernya kemudian berlanjut ke Rijeka, Dinamo Tirana di Albania, dan Slaven Belupo sebelum mengambil keputusan penting yang mengubah hidupnya: menerima tawaran melatih di Arab Saudi.

Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic dalam persiapan Euro 2024
Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic dalam persiapan Euro 2024 (hns.team)

Merantau ke Timur Tengah dan Menemukan Kesuksesan

Pada 2010, Dalic memilih melatih klub Liga Arab Saudi, Al Faisaly, kala itu bermain di kasta tertinggi Saudi Pro League. 

Keputusan itu sempat dianggap berisiko karena banyak pelatih Eropa memilih bertahan di kompetisi yang lebih besar.

Namun Dalic punya pandangan berbeda. Ia merasa pelatih Kroasia kurang dihargai di Eropa sehingga memilih membangun reputasi lewat jalur yang lebih sulit.

"Saya selalu memilih jalan yang lebih berat dan harus berjuang untuk semuanya," kata Dalic dalam salah satu wawancaranya, dikutip dari Reuters.

Bersama Al Faisaly, ia sukses mencetak sejarah dengan membawa klub tersebut lolos ke King’s Cup dan meraih penghargaan Pelatih Terbaik Liga Arab Saudi musim 2010/2011.

Kesuksesan itu membuka jalan menuju Al Hilal pada 2012. Di sana, Dalic kembali menunjukkan kualitasnya sebelum melanjutkan karier ke Uni Emirat Arab bersama Al Ain.

Bersama Al Ain, karier Dalic benar-benar melesat. Ia memenangkan Liga UEA, Piala Presiden UEA, hingga membawa klub tersebut mencapai final Liga Champions Asia.

Di bawah kepemimpinannya, Al Ain juga mencatat berbagai rekor, termasuk 23 laga liga tanpa kekalahan.

Mengubah Kroasia Menjadi Raksasa Dunia

Gelandang Kroasia Luka Modric (2ndL) menerima instruksi dari pelatih Kroasia Zlatko Dalic selama UEFA Nations League - Liga A pertandingan sepak bola Grup 1 antara Prancis dan Kroasia di Stade de France di Saint-Denis, di pinggiran Paris pada 13 Juni 2022 .
Franck FIFE / AFP
Gelandang Kroasia Luka Modric (2ndL) menerima instruksi dari pelatih Kroasia Zlatko Dalic selama UEFA Nations League - Liga A pertandingan sepak bola Grup 1 antara Prancis dan Kroasia di Stade de France di Saint-Denis, di pinggiran Paris pada 13 Juni 2022 . Franck FIFE / AFP (Franck FIFE / AFP)

Baca juga: Profil Timnas Kroasia di Piala Dunia 2026: Tim Tua-tua Keladi, Spesialis Semifinal

Karier Dalic mencapai puncak ketika dipercaya menangani Timnas Kroasia pada 2017. 

Saat itu, ia datang di tengah situasi sulit dan bahkan awalnya bekerja tanpa kontrak resmi.

Namun hanya dalam waktu singkat, Dalic sukses mengubah wajah tim berjuluk Vatreni ini menemukan prestasi besar.

Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Kroasia tampil mengejutkan dengan menembus final usai menyingkirkan Denmark, Rusia, dan Inggris. 

Kemenangan atas Inggris di semifinal menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam sepak bola Kroasia.

Meski kalah 2-4 dari Prancis di final, Kroasia tetap pulang sebagai runner-up dunia, pencapaian terbaik sepanjang sejarah negara tersebut.

Empat tahun kemudian, Dalic kembali membawa Kroasia melangkah jauh di Piala Dunia 2022 dengan finis di posisi ketiga.

Keberhasilan itu semakin mengukuhkan reputasinya sebagai pelatih spesialis turnamen besar.

Kroasia Kembali Jadi Ancaman

Di edisi Piala Dunia 2026 ini, Timnas Kroasia lolos dengan performa yang cukup impresif.

Mereka keluar sebagai juara Grup L kualifikasi zona Eropa dengan catatan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang.

Kroasia juga tampil sangat produktif dengan mencetak 26 gol dalam delapan pertandingan, termasuk kemenangan 7-0 atas Gibraltar dan 5-1 melawan Republik Ceko.

Di Piala Dunia 2026, Kroasia tergabung bersama Inggris, Panama, dan Ghana.

Skuad Timnas yang identik dengan kotak-kotak khas papan catur ini masih mengandalkan pemain senior seperti Luka Modric, Ivan Perisic, dan Andrej Kramaric.

Namun Kroasia bersama Dalic juga mulai memberi ruang kepada generasi muda seperti Luka Vusković, Igor Matanovic, Franjo Ivanovic, hingga Marco Pasalić.

Langkah itu menunjukkan bahwa Dalic tidak hanya fokus mengejar hasil instan, tetapi juga menyiapkan regenerasi Kroasia agar tetap kompetitif di masa depan.

Dengan pengalaman serta sentuhan tangan dingin Dalic, Kroasia kembali diprediksi menjadi salah satu kuda hitam yang berbahaya.

Gelandang Kroasia Luka Modric mengikuti sesi latihan di Al Erssal Training Site 3 di Doha pada 12 Desember 2022, menjelang pertandingan sepak bola semifinal Piala Dunia Qatar 2022 antara Argentina dan Kroasia. (Photo by JACK GUEZ / AFP)
BERLATIH - Gelandang Kroasia Luka Modric mengikuti sesi latihan di Al Erssal Training Site 3 di Doha pada 12 Desember 2022, menjelang pertandingan sepak bola semifinal Piala Dunia Qatar 2022 antara Argentina dan Kroasia. (Photo by JACK GUEZ / AFP) (AFP/JACK GUEZ)

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.