Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Ketua Umum Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Erie Haryadi meminta anggota dan seluruh pengurus INKINDO untuk melek digital.
Ditengah pesatnya perkembangan digital saat ini, Erie menuturkan, bukan tidak mungkin kedepan INKINDO akan melakukan transformasi penggunaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) di bidang jasa konsultansi.
Hal itu disampaikan Erie Haryadi saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) Dewan Pengurus Provinsi (DPP) INKINDO Lampung di Golden Tulip Springhill, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan yang diikuti seluruh anggota INKINDO Lampung ini turut dihadiri anggota Komisi IV DPRD Lampung Muhammad Ghofur, anggota Komisi V DPR RI Mukhlis Basri, Ketua INKINDO DKI Jakarta beserta jajaran, Ketua INKINDO Sumatera Selatan beserta jajaran, dan jajaran pengurus INKINDO Banten.
Hadir pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Lampung, Mulyadi Irsan yang mewakili Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
Erie Haryadi menekankan, penggunaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) di bidang jasa konsultansi menjadi poin penting arah organisasi ke depan.
“Transformasi dalam layanan jasa konsultan dengan mengadopsi teknologi digital dan AI menjadi keharusan. Pekerjaan jasa konsultan akan menjadi lebih cepat dan efisien,” tutur Erie.
Menurutnya, anggota yang tidak mengikuti perkembangan teknologi akan tertinggal.
"Banyak perusahaan jasa konsultansi yang sudah mulai menerapkannya. Kalau bapak ibu tidak ikut perkembangan teknologi, akan tertinggal dari yang lain," tegas Erie.
Edie juga menyampaikan bahwa INKINDO merupakan rumah bersama bagi seluruh anggota untuk menjalin silaturahmi dan menjaga solidaritas organisasi.
Ia menyebut terdapat tiga agenda penting dalam Musprov kali ini, yakni menyusun program kerja empat tahun ke depan, menyiapkan anggaran organisasi, dan memilih nahkoda baru INKINDO Lampung.
“Nahkoda baru ini sudah definitif karena hanya ada satu calon yang maju, yaitu Pak Sulton,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Memed Humaedi juga resmi melepas jabatannya sebagai Ketua DPP INKINDO Lampung.
Posisi tersebut selanjutnya akan diteruskan oleh Sulton Farid.
Dalam sambutannya, Memed Humaedi mengakui selama masa kepemimpinannya terdapat berbagai dinamika organisasi dan masih ada sejumlah hal yang belum berjalan optimal.
“Sebagai manusia yang tidak luput dari keterbatasan, saya mohon maaf sebesar-besarnya atas segala kekurangan, baik dalam kebijakan maupun interaksi personal yang mungkin kurang berkenan,” ujarnya.
Kepada jajaran pengurus baru, ia juga menyampaikan ucapan selamat dan berharap kepengurusan selanjutnya mampu menjawab tantangan global maupun nasional di industri jasa konsultansi.
Dalam sambutan gubernur yang dibacakan Mulyadi Irsan, disampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan INKINDO Lampung di berbagai sektor, termasuk sektor pertanian.
Mulyadi menyebut Lampung merupakan salah satu lumbung pangan nasional.
Namun saat ini, Lampung dan sebagian besar wilayah Indonesia tengah menghadapi fenomena iklim El Nino yang diperkirakan memicu musim kemarau panjang dari Mei hingga Oktober mendatang.
“Kita perlu mempersiapkan langkah-langkah antisipasi karena ada perubahan iklim akibat fenomena El Nino," kata Mulyadi.
Dia meminta pemerintah daerah dan para konsultan untuk menyiapkan berbagai skenario penanganan serta langkah mitigasi perubahan iklim.
Musprov INKINDO kemudian dirangkai dengan diskusi publik bertema ketahanan pangan di wilayah Lampung yang dipandu Juwendra Asdiansyah sebagai moderator.
Tiga narasumber hadir dalam diskusi tersebut, yakni Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, serta Edie Haryadi selaku Ketua Umum INKINDO. (*)
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)