BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pelatih asal Brasil, Stefano Cugurra gagal membawa Barito Putera kembali promosi ke kasta tertinggi usai kalah bersaing dengan PSS Sleman dan Persipura Jayapura di Championship 2025/26.
Pelatih yang akrab disapa Teco itu menutup musim dengan hasil mengecewakan setelah Laskar Antasari hanya mampu finis di posisi ketiga klasemen Grup Timur. Barito mengoleksi 53 poin, terpaut tiga angka dari PSS Sleman dan Persipura Jayapura yang sama-sama mengamankan tiket ke babak berikutnya dengan 56 poin.
Kehadiran Teco di Barito sebelumnya sempat mengejutkan publik sepak bola nasional. Setelah kontraknya bersama Bali United berakhir, ia justru memilih menangani klub kasta kedua.
Padahal, kompetisi Championship atau Liga 2 musim ini mewajibkan setiap tim menggunakan pelatih lokal. Namun belakangan diketahui Teco telah berstatus warga negara Indonesia (WNI), sehingga memenuhi regulasi untuk menukangi Barito Putera.
Baca juga: PSSI Tetapkan Satu Slot untuk Kalsel, Persemar Resmi Lolos ke Nasional
Perjalanan Barito di Grup Timur memang tidak mudah. Mereka harus bersaing dengan sejumlah klub tradisional yang memiliki sejarah panjang di sepak bola Indonesia. Situasi itu berbeda dengan Grup Barat yang dihuni lebih banyak tim baru.
Sejak awal musim, perebutan tiket promosi di Grup Timur berlangsung ketat. Barito bersaing langsung dengan PSS Sleman dan Persipura Jayapura hingga pekan-pekan terakhir kompetisi.
Secara materi pemain, Barito sebenarnya memiliki skuad yang cukup mewah untuk level Championship. Tim kebanggaan Urang Banua itu masih diperkuat sejumlah eks pemain Liga 1 seperti Renan Alves dan Alexsandro, ditambah deretan pemain senior berpengalaman seperti Muhammad Ridho, Bayu Pradana, hingga Fabiano Beltrame.
Namun komposisi tersebut belum cukup membawa Barito kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Kegagalan finis di dua besar pun menjadi catatan buruk bagi karier kepelatihan Teco yang selama ini dikenal sarat prestasi.
Sebelumnya, Teco tercatat sebagai salah satu pelatih tersukses di era Liga 1. Ia pernah membawa Persija Jakarta menjuarai Liga 1 2018, sebelum kembali meraih gelar bersama Bali United pada musim 2019 dan 2020/21. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Andra Ramadhan)