TRIBUNKALTENG.COM - Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra mengungkapkan hasil Club Licensing dan dipastikan dari Super League 2025/2026.
Ada sebanyak 17 klub dinyatakan lolos. Sedangkan sebanyak 11 klub Championship dinyatakan belum memenuhi syarat, sehingga terancam kena sanksi pengurangan poin awal musim 2026/2027.
Baca juga: Sanksi Persib Bandung di AFC Saat Fokus Kejar Juara Super League, Rp4,6 Miliar Bayar Denda
Ya, I.League membeberkan bahwa sebanyak 17 klub Super League 2025/2026 dipastikan telah memenuji syarat dan lolos lisensi.
Nah, Sementara itu, satu-satunya tim Super League yang dipastikan gagal lolos lisensi yakni PSBS Biak.
Klub asal Papua tersebut memang dalam situasi yang tak mudah musim ini, karena dilanda berbagai isu.
PSBS Biak musim ini tak bisa main di rumah sendiri Papua, sehingga mereka memainkan kompetisi di Sleman.
Bahkan PSBS Biak juga dilanda isu finansial yang membuat para pemain telat digaji.
Untuk itu, PSBS Biak dipastikan tak lolos dan 8 klub dinyatakan lolos yakni PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persib Bandung, Persik Kediri, Borneo FC, Persita Tangerang, dan Dewa United.
Sementara itu, sembilan klub dinyatakan lolos dengan catatan sanksi administratif yakni Bhayangkara FC, Arema FC, Malut United, Bali United, Semen Padang FC, Madura United, Persis Solo, dan Persijap Jepara.
Saat mengumumkan ini, tentu saja Asep mengungkapkan juga tim dari Championship yang lolos lisensi ke Super League dan juga yang gagal.
Ini karena klub Championship yang promosi ke Super League wajib mengantongi lisensi Super League.
Saat ini terdapat sembilan klub yang memenuhi lisensi Super League termasuk tiga tim yang promosi.
Sembilan klub tersebut yakni Garudayaksa FC, PSS Sleman, Adhyaksa FC Banten, PSIM Yogyakarta, PSIM Yogyakarta, Barito Putera, Persipura Jayapura, Deltras FC, PSMS Medan, dan PSPS Pekanbaru.
“Tiga klub promosi sudah mendapatkan lisensi, jadi posisi mereka aman. Sementara klub lain yang lolos lisensi meski tidak promosi tetap memiliki nilai tambah tersendiri,” kata Asep Saputra.
Asep Saputra membeberkan bahwa hanya FC Bekasi City yang meraih status lolos.
Sementara itu, 11 klub lainnya belum memenuhi persyaratan karena masih terdapat kekurangan pada aspek kategori A.
Klub-klub yang gagal memenuhi aspek wajib tersebut terancam mendapatkan sanksi pengurangan poin pada awal musim depan.
“Sesuai dengan regulasi, klub-klub yang gagal memenuhi A, kita sampaikan ada konsekuensi sanksi, yang nantinya memang belum akan kita proporsikan di hukum di sana,” jelas Asep Saputra.
“Kita tidak umumkan sekarang, tapi mungkin teman-teman media pada waktunya akan melihat ketika kita merilis musim baru di klasemen bisa ada tim yang memulai dengan minus poin.”
Walaupun klub-klub tersebut masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding hingga 22 Mei 2026.
Jadi sekali lagi ini baru keputusan tingkat pertama, tapi klub diberikan masa untuk banding atas keputusan ini sampai tanggal 22 Mei,” ucap Asep.
“Kalau ada yang banding, kalau tidak ada yang banding, tetap sama. So far belum ada. Jikalau ada yang banding, data final 22 Mei 2026.
Asep juga membeberkan bahwa perkembangan klub dari Liga Nusantara pun meningkat.
Pasalnya, meski kompetisi tersebut masih dalam transisi menuju profesional, tetap sejumlah klub telah menunjukkan progres positif.
“Ada empat klub dari Liga Nusantara yang sudah menjalani lisensi Championship dan tiga di antaranya granted. Ini menunjukkan arah pembinaan yang baik,” tuturnya.
Sekadar informasi, delapan klub memperoleh lisensi AFC Champions League Two (ACL 2) dengan status full granted, yakni PSM Makassar, Dewa United, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Borneo FC, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Persita Tangerang.
Sedangkan klub lainnya memperoleh status lolos dengan catatan yakni Bhayangkara FC, Bali United, Arema FC, Malut United, Semen Padang, Madura United, Persis Solo, dan Persijap Jepara.
Berada di persaingan zona juara, Persib membawa misi wajib menang pada laga pekan ke-33 Super League 2025/2026.
Mereka sebenarnya memiliki modal penting dengan mengalahkan Persija Jakarta pekan ini.
Kemenangan 1-2 membuat Maung Bandung masih solid memimpin klasemen dan menjaga jarak dari Borneo FC di posisi kedua.
Dua pertandingan sisa laga musim ini menjadi sangat menentukan bagi perjalanan Thom Haye dkk mendapatkan trofi ketiga beruntun.
Masalah datang karena saat bertandang ke markas PSM mereka tidak bisa didampingi pelatih Bojan Hodak.
Pelatih kepala Persib tersebut harus absen karena akumulasi kartu kuning dan ini menjadi pukulan telak.
Hitung-hitungan Persib Juara Super League 2026
Persib Bandung bakal memastikan gelar juara Super League 2025/2026 jika menang di 2 laga terakhir.
Jika menang di 2 laga tersebut, Persib bakal menjadi juara liga, terlepas dari hasil yang diraih Borneo FC.
Akan tetapi, jika Persib kehilangan poin di salah satu laga apalagi kalah, peluang juara mereka bergantung pada hasil yang diperoleh Borneo FC.
Oleh sebab itu, jika tidak ingin nasibnya ditentukan tim lain, Thom Haye dan kawan-kawan harus bisa menyapu 2 laga sisa dengan kemenangan.
Pertandingan krusial berikutnya yang bakal dijalani Persib Bandung adalah menghadapi PSM Makassar di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 17 Mei 2026.
Tampil di kandang PSM, Persib wajib memetik 3 poin.
Jika berhasil mengalahkan PSM Makassar, peluang Persib Bandung menjadi juara Super League 2025/2026 bakal lebih terbuka.
Apalagi, di laga terakhir lawan yang bakal mereka hadapi adalah Persijap Jepara yang berada di papan bawah.
Di atas kertas, Persib Bandung bisa mengalahkan PSM Makassar dan Persijap Jepara di 2 laga pemungkas Super League 2025/2026.
Namun, mereka tetap wajib mewaspadai potensi kejutan yang dapat diberikan oleh lawan-lawannya.
Sementara itu, jika Persib kehilangan poin di salah satu laga, mereka tetap bisa menjadi juara asalkan Borneo FC gagal menyapu bersih 3 laga dengan kemenangan.
Berikut ini adalah hitung-hitungan Persib Bandung menjadi juara Super League 2025/2026.
Persib juara jika menang atas PSM Makassar dan Persijap, terlepas dari hasil yang diperoleh Borneo FC.
Persib tetap juara meski kalah 2 kali melawan PSM dan Persijap, jika Borneo FC kalah 2 kali dari 3 laga yang mereka jalani melawan Bali United, Persijap dan Malut United.
Persib juara jika menang 1 kali dan seri 1 kali melawan PSM dan Persijap, sementara Borneo FC gagal menang di salah satu dari 3 laga terakhir mereka.
Persib tetap juara Super League 2025/2026 meski 2 kali seri melawan PSM dan Persijap, asalkan Borneo FC gagal menang melawan Bali United, Persijap dan Malut United, baik seri maupun kalah.
Peluang Persib Bandung menjadi juara Super League 2025/2026 lebih besar dibanding Borneo FC karena unggul selisih gol dan rekor head to head.
Oleh sebab itu, jika poin yang mereka kumpulkan di 2 pekan terakhir tidak lebih sedikit dari Borneo FC, Persib bakal menjadi juara.
(Tribunkalteng/bolasports)