Kumpulkan KAI hingga Jatam, Abdul Kholik Dorong Jasela Penyangga Pangan
Daniel Ari Purnomo May 14, 2026 12:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Pengembangan wilayah Jawa Tengah bagian Selatan (Jasela) sebagai daerah khusus penyangga pangan dinilai amat sejalan dengan visi Presiden RI, Prabowo Subianto yang ingin mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Hal itu diungkapkan secara langsung oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr Abdul Kholik, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Banyumas, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan diskusi strategis tersebut tampak diikuti oleh jajaran tokoh Muhammadiyah, akademisi, sejarawan, budayawan, organisasi tani, perwakilan Bulog, PT KAI, hingga dinas pertanian setempat.

Baca juga: Pengembangan Jasela Bisa Terhambat Ego Kewilayahan, Akademisi Unsoed: Kunci Ada di Kolaborasi

Menurutnya, wilayah Jasela secara sosiologis dan antropologis memiliki historis kejayaan yang kuat serta bukti faktual yang jelas.

Dia menilai, rancangan pengembangan wilayah Jasela sebagai daerah penyangga pangan ini secara arah politik pemerintahan maka sudah sejalan dengan visi Presiden.

Target utamanya tentu saja adalah untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan yang kokoh.

"Jadi kalau presiden ingin programnya berhasil, Jasela harus menjadi proyek fokus dan perhatian Presiden ke depan," katanya.

Kuncinya untuk pengembangan Jasela memang adalah di sektor pangan, karena geliat industri saat ini sudah dikonsentrasikan di wilayah Pantura.

Di samping itu, Jasela juga memiliki banyak sekali potensi pertanian dan kemaritiman yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan.

Dia juga mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, di mana dari pihak kementerian koordinator telah meminta pengajuan kajian pengembangan wilayah Jasela.

"Kita ingin Jasela ini menjadi daerah khusus penyangga pangan. Sehingga sebagai generasi saat ini, kita harus berusaha menghasilkan kondisi lebih baik untuk generasi kedepan," jelasnya.

Lingkup dari visi tersebut tidak hanya menyasar ranah lokal, tetapi mencakup skala nasional.

Menurutnya, gagasan menjadikan Jasela sebagai daerah khusus penyangga pangan merupakan sebuah prestasi dan inovasi yang luar biasa.

"Saya berharap pemerintah pusat juga bisa memberikan perhatian. Karena secara historis, sosiologis, ataupun demografi, Jasela ini punya potensi yang luar biasa untuk dikembangkan sebagai daerah khusus penyangga pangan," ungkapnya memaparkan potensi.

Kemudian, ormas Muhammadiyah juga membuktikan keseriusannya dengan memiliki wadah bernama Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam).

"Ini merupakan upaya bagaimana meningkatkan kesejahteraan para petani dan meningkatkan produktivitas para petani. Kemudian menumbuhkan culture budaya kinerja yang baik bagi para petani," jelasnya memungkasi. (fba)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.