SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Program Studi Teknik Geofisika Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) di bawah koordinasi Ir. Zul Fadhli, S.Si, M.Sc, IPM bekerja sama dengan Universiti Sains Malaysia (USM) menyelenggarakan Near Surface Exploration on Summer Course 2026 pada 4–17 Mei 2026.
Kegiatan internasional ini mengangkat tema pemanfaatan metode geofisika untuk mikrozonasi kerentanan seismik dalam mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur tahan gempa.
Program berlangsung secara luring dan daring dengan melibatkan mahasiswa serta dosen dari kedua institusi.
Dari USM hadir 15 mahasiswa, 2 narasumber, dan 1 laboran, sementara dari USK turut serta 15 mahasiswa bersama seluruh dosen, laboran, dan tenaga kependidikan.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 5 Mei 2026 dengan pembukaan di Balee Keurukon, Fakultas Teknik USK.
Empat narasumber, yaitu Assoc. Prof. Nordiana Binti Mohd. Muztaza, Dr. Nur Azwin Binti Ismail, Prof. Dr. Nazli S.Si., M.Si., dan Rifa Salma Salsabila, M.T., memberikan pembekalan materi.
Baca juga: Lantik Empat Wakil Rektor USK di Usia Muda, Ini Pesan Prof Mirza
Pada sore harinya peserta melakukan demonstrasi alat geofisika di Laboratorium Near Surface Geophysics serta kunjungan ke Laboratorium Geohazard TDMRC USK yang dipandu oleh Prof. Dr. Muksin, S.Si., M.Si., M.Phil.
Kegiatan berlanjut dengan ekskursi geologi di Krueng Raya pada 6 Mei yang dipandu oleh Sangga Rima Roman Selia, S.T., M.T., serta akuisisi data geofisika bersama dosen USM dan USK.
Pada 7 Mei, akuisisi data dilanjutkan di Barbate, Blang Bintang.
Sesi pengolahan data kemudian dilakukan pada 8 Mei di Balee Mu’asyaraf, Fakultas Teknik USK, dengan bimbingan dosen dari kedua universitas sesuai bidang keahlian masing-masing.
Sebagai bagian dari program, seminar internasional digelar pada 9 Mei dengan menghadirkan narasumber dari USM, USK, serta Dinas PUPR Aceh melalui Ir. Mulyadi Abdullah, S.T., M.T.
Seminar ini menjadi wadah pertukaran ilmu dan pengalaman antara akademisi mancanegara dan praktisi, sekaligus menutup rangkaian kegiatan summer course secara luring.
Baca juga: VIDEO - Resmi! Empat Wakil Rektor USK Banda Aceh Dilantik Prof Mirza
Selain kegiatan akademik, peserta dari USM juga diajak mengenal budaya Aceh melalui kunjungan ke Museum Tsunami, Gunongan, serta pusat UMKM binaan USK.
Setelah itu, para peserta melanjutkan proses pengolahan data di kampus masing-masing untuk kemudian disusun dalam bentuk laporan dan presentasi.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kerja sama internasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan kompetensi mahasiswa di bidang geofisika.
Selain memperkuat jejaring akademik antara USK dan USM, program ini juga mendukung upaya mitigasi bencana melalui kajian ilmiah terkait kondisi geologi dan kerentanan seismik suatu wilayah.
Summer course ini selaras dengan pencapaian beberapa indikator SDG 4, SDG 11, SDG 12, dan SDG 17.
Peningkatan mutu pendidikan tercermin dalam transfer ilmu melalui kegiatan akademik internasional, kajian geofisika mendukung terciptanya kota yang aman dan berkelanjutan, pembangunan berbasis kondisi tanah lokal mengurangi kerusakan gempa dan pemborosan sumber daya, serta kemitraan ini merepresentasikan penguatan kerja sama global.
Baca juga: FKH USK Laksanakan Kegiatan Visiting Professor Kelas Dunia
Dengan terselenggaranya program ini, diharapkan mahasiswa memperoleh wawasan dan pengalaman praktis yang dapat menunjang kegiatan akademik, penelitian, maupun kebutuhan industri geofisika di masa mendatang.
Program ini juga diharapkan menjadi wadah kolaborasi berkelanjutan antarperguruan tinggi di Asia Tenggara. (*)