Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH — Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho memastikan proses kedatangan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi hingga pertengahan Mei 2026 berjalan sesuai target.
Hingga Rabu (13/5/2026), sebanyak 74 persen jemaah atau sekitar 387 kloter telah tiba di Tanah Suci pukul 17.00 WAS.
Pernyataan itu disampaikan Teguh di sela-sela penerimaan jemaah haji Indonesia di King Abdulaziz International Airport.
“Alhamdulillah seluruh proses yang direncanakan sejak keberangkatan di embarkasi berjalan baik dan lancar. Para jemaah yang tiba di Arab Saudi selanjutnya langsung diberangkatkan ke hotel untuk melaksanakan umrah wajib,” ujarnya.
Teguh mengapresiasi seluruh embarkasi haji di Indonesia yang dinilai berhasil mempersiapkan proses keberangkatan secara tertib dan terkoordinasi.
Menurutnya, kelancaran fase kedatangan menjadi modal penting menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Baca juga: Cholil Nafis Yakin Haji 2026 Lebih Ramah Lansia: Semua Sudah On The Track
Ia mengungkapkan, salah satu tantangan penyelenggaraan haji tahun ini adalah banyaknya jemaah yang berangkat tanpa pendamping keluarga atau mahram, terutama jemaah lanjut usia.
Namun, Kementerian Haji dan Umrah memastikan para petugas telah dibekali pelatihan intensif untuk menghadapi kondisi tersebut.
“Kami sudah melakukan pelatihan kepada para petugas haji selama satu bulan lebih secara langsung dan tambahan pelatihan daring. Alhamdulillah laporan yang kami terima, petugas mampu membantu jemaah yang tidak memiliki pendamping sehingga mereka tetap merasa aman dan nyaman,” katanya.
Menurut Teguh, pelayanan ramah lansia menjadi fokus utama penyelenggaraan haji tahun ini.
Petugas diminta aktif membantu kebutuhan jemaah mulai dari proses kedatangan, mobilitas hotel, hingga pendampingan ibadah.
Selain memastikan pelayanan berjalan baik, pemerintah juga mulai memperketat persiapan Armuzna.
Dalam waktu dekat, Kementerian Haji akan menggelar rapat teknis bersama seluruh unsur pelayanan untuk memastikan skema pergerakan jemaah dari hotel menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina berjalan rinci dan terukur.
“Kami akan memastikan seluruh pergerakan dihitung secara detail dan rigid agar pelaksanaan Armuzna berjalan lancar,” jelasnya.
Teguh juga mengimbau jemaah agar menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji.
Ia meminta jemaah menghindari aktivitas yang terlalu menguras tenaga, termasuk kegiatan city tour sebelum Armuzna.
“Puncak haji masih beberapa hari lagi dan inti ibadah haji itu sebenarnya ada di Armuzna. Karena itu jemaah harus menghemat tenaga,” ujarnya.
Kementerian Haji juga meminta pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) tidak menggelar kegiatan dengan intensitas tinggi yang dapat menyebabkan kelelahan pada jemaah.
Terkait maraknya upaya keberangkatan haji nonprosedural, Teguh menegaskan pemerintah telah membentuk tim bersama Polri dan Imigrasi untuk melakukan pengawasan.
“Kami mengimbau masyarakat menggunakan jalur haji resmi dan prosedural. Jika menggunakan cara nonprosedural, maka akan kami pastikan keberangkatannya digagalkan,” tegasnya.
Hingga kini, proses kedatangan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi masih terus berlangsung dan diproyeksikan seluruh jemaah segera terpusat di Makkah menjelang pelaksanaan puncak haji 1447 Hijriah.
(hasim arfah/mch 2026)