TRIBUNNEWS.COM, INDIA - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang mengatakan partisipasi Menlu RI Sugiono dalam Forum Pertemuan Tinggi Tingkat Menlu negara BRICS pada 14-15 Mei 2026 di Bharat Mandapam India, punya arti penting bagi Indonesia.
Yvonne menyampaikan, kehadiran Menlu RI dalam agenda pengawal dari pelaksanaan KTT BRICS tersebut, akan memperlihatkan keaktifan Indonesia selaku anggota baru BRICS.
Diketahui Indonesia baru bergabung dengan BRICS sejak 6 Januari 2025 yang diumumkan oleh Menlu Brasil selaku tuan rumah saat itu.
Kehadiran Menlu RI ini lanjutnya, juga menjadi jalan penguat kerja sama pada sejumlah sektor strategis mulai dari perubahan iklim, ekonomi, energi, dan kesehatan dengan negara - negara anggota dan mitra BRICS.
"Partisipasi Menlu RI memiliki arti penting. Selain untuk memperlihatkan keaktifan Indonesia sebagai anggota terbaru BRICS, pertemuan juga menjadi jalan penguatan kolaborasi di sejumlah sektor strategis termasuk perubahan iklim, ekonomi, energi, dan kesehatan," kata Yvonne dalam pernyataannya, Rabu (13/5/2026).
Baca juga: Tiba di India, Menlu Sugiono akan Hadiri Forum BRICS Bahas Isu Politik & Perdamaian Global
Adapun Forum Pertemuan Tinggi Tingkat Menlu BRICS di India, rencananya akan diikuti oleh 11 negara anggota BRICS yakni Brasil, Rusia, India, Republik Rakyat Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Persatuan Emirat Arab, Indonesia, dan Arab Saudi.
Serta 10 negara mitra BRICS meliputi Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam.
Yvonne menerangkan, dalam forum ini Menlu RI akan menyuarakan beberapa isu utama mulai dari perdamaian global dan kawasan, penegasan kembali dukungan RI terhadap kemerdekaan Palestina, hingga menyinggung pentingnya reformasi tata kelola global.
"Menlu RI akan menyuarakan sejumlah isu penting termasuk upaya perdamaian di global dan kawasan, dukungan berkelanjutan terhadap Palestina, serta pentingnya reformasi tata kelola global termasuk sistem perdagangan dunia," ungkap Yvonne.
Sebagai informasi BRICS adalah organisasi multilateral negara berkembang yang berpengaruh, dengan tujuan memperkuat kerja sama dan suara negara-negara berkembang (Global South) baik secara ekonomi maupun politik.
Indonesia bergabung sejak 6 Januari 2025, yang diumumkan oleh Menlu Brasil sebagai tuan rumah saat itu. Keinginan bergabung disampaikan di KTT BRICS+ di Kazan, Rusia pada 2024.
Alasan Indonesia bergabung adalah untuk memperkuat kerja sama dengan negara Global South, memajukan kepentingan negara berkembang, mendorong reformasi multilateral yang lebih luas, dan solidaritas perdamaian global.
BRICS Foreign Ministers Meeting ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang akan diadakan 12-13 September 2026. KTT BRICS tersebut akan mengundang para pemimpin dari negara anggota dan mitra BRICS, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto.