MPR Putuskan Final LCC Kalbar Diulang, Pemprov Justru Usul SMA 1 Pontianak Langsung Lolos ke Jakarta
jonisetiawan May 14, 2026 03:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Sorotan terhadap pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat belum juga mereda.

Di tengah ramainya perdebatan publik terkait kontroversi penjurian, Pemerintah Provinsi Kalbar akhirnya angkat bicara dan mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga sportivitas serta semangat persatuan di kalangan pelajar.

Polemik yang bermula dari protes tim SMAN 1 Pontianak kini berkembang menjadi perhatian nasional.

Meski demikian, pemerintah daerah menilai ajang tersebut seharusnya tidak hanya dipandang sebagai kompetisi semata, melainkan juga wadah pembinaan karakter kebangsaan generasi muda.

Baca juga: Ocha dan Tim SMAN 1 Pontianak Diundang Wapres Gibran, Berangkat ke Jakarta Bareng Selvi Ananda

Pemprov Kalbar Minta Semua Pihak Tetap Dewasa

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Alqadri, menegaskan bahwa LCC 4 Pilar sejatinya bertujuan memperkuat pemahaman pelajar terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, kompetisi tersebut membawa misi besar dalam menanamkan pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, hingga Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda di Kalbar.

“Terkait berbagai dinamika dan polemik yang berkembang, kami berharap semuanya dapat disikapi secara dewasa dan tetap mengedepankan persatuan serta pembinaan generasi muda,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan di tengah derasnya kritik masyarakat terkait hasil penjurian final LCC yang viral di media sosial dan memicu dukaan ketidakadilan terhadap tim dari SMAN 1 Pontianak.

LCC 4 PILAR - Cuplikan tangkapan layar video kompetisi Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kalimantan Barat. Begini awal mula kontroversi LCC 4 Pilar Kalbar sampai buat SMAN 1 Pontianak layangkan protes.
LCC 4 PILAR - Cuplikan tangkapan layar video kompetisi Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kalimantan Barat. Begini awal mula kontroversi LCC 4 Pilar Kalbar sampai buat SMAN 1 Pontianak layangkan protes. (YouTube MPRGOID)

Tim SMAN 1 Pontianak Dapat Dukungan dan Apresiasi

Di balik kontroversi yang terjadi, Pemprov Kalbar juga memberikan apresiasi khusus kepada tim SMAN 1 Pontianak atas perjuangan dan performa mereka selama kompetisi berlangsung.

Syarif Faisal mengungkapkan bahwa dirinya bahkan telah menyampaikan langsung kepada panitia pusat agar sekolah tersebut dipertimbangkan tampil pada Grand Final LCC 4 Pilar tingkat nasional di Jakarta.

Baca juga: Akhirnya Dicopot! Terungkap Alasan MPR Berhentikan Paksa Juri LCC yang Zalimi Siswi SMA 1 Pontianak

“Saya tadi sudah menyampaikan sebagai bentuk apresiasi kepada tim SMAN 1 Pontianak, agar panitia juga dapat mempertimbangkan dan menetapkan SMAN 1 Pontianak sebagai peserta Grand Final di Jakarta nanti,” katanya.

Jika usulan itu diterima, maka Kalimantan Barat berpeluang mengirim dua wakil sekaligus ke tingkat nasional, yakni SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak.

Harapan Kalbar di Tingkat Nasional

Pemerintah daerah berharap polemik yang terjadi tidak memecah semangat para pelajar. Sebaliknya, dinamika tersebut diharapkan menjadi pembelajaran penting tentang sportivitas, komunikasi, dan penghormatan terhadap proses kompetisi.

“Harapan kita tentu agar putra-putri terbaik Kalbar bisa tampil maksimal dan membawa nama baik daerah di tingkat nasional,” tambah Faisal.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat, guru, pelajar, hingga pihak sekolah untuk menjaga suasana tetap kondusif dan menjadikan ajang LCC sebagai momentum mempererat persaudaraan antar pelajar di Kalimantan Barat.

Di tengah kontroversi yang belum sepenuhnya reda, dukungan publik terhadap para peserta terus mengalir.

Banyak pihak berharap penyelenggaraan Grand Final mendatang dapat berlangsung lebih transparan sehingga semangat kompetisi sehat tetap terjaga.

Lomba Diulang

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia resmi memutuskan babak final lomba tersebut akan diulang.

Keputusan itu diumumkan langsung oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

“Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya,” kata Ahmad Muzani.

Keputusan pengulangan final diambil setelah kontroversi penilaian juri dalam babak final menjadi viral dan menuai kritik luas dari masyarakat.

Polemik bermula ketika peserta dari SMAN 1 Pontianak dinyatakan salah oleh dewan juri meski jawaban yang disampaikan dinilai sama dengan jawaban peserta lain yang justru mendapat poin penuh.

Momen protes peserta terhadap keputusan juri kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu perdebatan nasional mengenai objektivitas penilaian dalam lomba kebangsaan tersebut.

***

(TribunTrends/TribunPontianak)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.